Kawasan Konservasi Gajah Sumatera Terbakar
Senin, 16 Okt 2006 15:47 WIB
Pekanbaru - Kawasan konservasi gajah liar Sumatera, tepatnya Taman Nasional Tesso Nilo untuk kesekian kalinya terbakar lagi. Sudah dua hari ini api menyala di habitat gajah itu. Tim pemadam kebakaran belum berhasil menjinakkan api.Terbakarnya habitat gajah itu disampaikan Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Nukman Senin (16/10/2006) melalui telepon. Nukman yang tengah berada dilokasi menjelaskan, api diperkirakan telah membakar kawasan konservasi gajah ini sejak Sabtu lalu."Api yang menyala di kawasan taman nasional itu telah meludeskan sekitar 100 hektar habitat gajah Sumatera. Kita sudah berupaya memadamkannya, namun sampai saat ini belum berhasil juga. Langkah yang kita lakukan hanya memblokir laju kobaran api," kata Nukman. Perkiraan BKSDA ini, api diduga berasal dari pembakaran lahan yang dilakukan warga di sekitar taman. "Sekitar 100 hektar kawasan taman nasional bekas aktivitas illegal logging ludes terbakar. Rencana habitat gajah yang sudah dibakar ini akan dijadikan perkebunan kelapa sawit oleh masyarakat di Desa Air Hitam Kabupaten Pelalawan, Riau," kata Nukman. Dalam kasus pembakaran habitat gajah Sumatera ini, pihak BKSDA Riau telah menahan satu unit eskavator di lokasi tersebut yang diduga kuat sebagai alat untuk merambah hutan taman nasional.Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar sekaligus Ketua Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau, mengatakan, 1.750 orang di sekitar kawasan taman merupakan pelaku perambah hutan habitat gajah. Mereka sebagian besar merupakan eks karyawan sebuah perusahaan HPH yang telah di-PHK dan menetap dengan cara merambah hutan."Mereka enggan pulang ke kampung halamannya, akhirnya merambah hutan untuk dijadikan perkebunan sawit mereka," kata Wan. Sementara itu, Forest Crime World Wild Fund For Nature (WWF) Riau, Nurchalis Fadli menyebut kebakaran di taman nasional telah mengganggu habita gajah. Tercatat sekitar 90 ekor gajah liar Sumatera yang mendiami taman nasional."Terbakarnya terus menerus taman nasional, jelas mengancam populasi gajah di dalamnya. Dan kemungkinan lain gajah akan keluar dari habitatnya yang akan menimbulkan konflik dengan manusia. Kalau sudah begini, gajah akan jadi sasaran pemburuan liar," terang Fadli.Kebakaran kali ini merupakan kebakaran terhebat kedua di Kawasan Teso Nilo dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, pertengahan Agustus 2006 lalu, kebakaran telah melahap sedikitnya 1.000 hektar lahan di Kawasan Taman Nasional Teso Nilo Konservasi Gajah Riau.
(cha/asy)











































