Jalanan Yogya Aman Untuk Pemudik
Senin, 16 Okt 2006 15:32 WIB
Yogyakarta - Semua jalan provinsi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) aman untuk dilewati para pemudik. Kondisi jalan mulus, semua rambu lalu-lintas telah terpasang, dan di beberapa tempat didirikan posko lebaran untuk beristirahat."Semua jalan dari luar kota masuk Yogya, kondisinya baik dan layak, tidak ada masalah bila akan dilalui saat arus mudik dan arus balik lebaran nanti," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Setyoso Hardjowisastro kepada detikcom di sela pemantauan persiapan transportasi lebaran, Senin (16/10/2006).Menurut dia, kondisi jalur dari utara (Magelang dan Semarang) mulai dari perbatasan di jembatan Krasak Tempel hingga ringroad utara baik dan sudah terpasang rambu-rambu lalu-lintas. Demikian pula kondisi jalur dari arah barat dari perbatasan Purworejo dan Kulonprogo hingga ringroad selatan juga baik. "Beberapa jalur alternatif dari utara dan barat menuju ke timur juga sudah disiapkan. Misalnya jalur Tempel, Pakem Kalasan ke arah Solo hingga ke arah timur sampai perbatasan Jawa Tengah semua kondisinya layak," katanya.Dia mengatakan meski semua jalan dalam kondisi oke, ada prasarana jalan dan jembatan yang masih dalam perbaikan, antara lain jembatan Sekarsuli di jl Wonosari Baturetno Banguntapan dan proyek pembangunan jembatan baru Kaliprogo yang menghubungkan Srandakan Bantul dengan Brosot. Jembatan Sekarsuli masih dikebut pengerjaannya sehingga baru satu jalur yang bisa dilalui dan kendaraan harus antre satu-persatu."Sedang proyek pelebaran jalan di Patuk Gunungkidul juga sudah selesai, hanya ada tiang listrik di tengah jalan yang belum dipindahkan ke pinggir," kata dia. Untuk jembatan baru Srandakan, kata dia, sudah bisa digunakan khusus kendaraan roda dua. Struktur bangunan sudah selesai, tapi jalan di atas jembatan belum diaspal. Sedang kendaraan roda empat harus menggunakan jembatan lama yang ada di sebelah utara jembatan baru. "Jembatan baru sudah kita buka H-7 khusus arus mudik dari arah barat menuju timur. Pada H+7 atau pada arus balik, pengguna jalan hanya boleh lewat dari timur ke barat," kata dia. Mengenai armada bus reguler Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang disediakan untuk angkutan lebaran sebanyak 368 unit, bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) sebanyak 951 unit dan bus perkotaan sebanyak 565 unit. Sedang armada taksi yang beroperasi sebanyak 729 unit dan bus pariwisata sebanyak 410 unit. "Semuanya suda siap membantu angkutan lebaran," kata dia.
(bgs/asy)











































