Pemudik dengan Kapal Laut Meningkat 5-10%
Senin, 16 Okt 2006 15:05 WIB
Jakarta - Pemudik yang menggunakan jasa angkutan laut diperkirakan meningkat 5-10 persen. Hal ini dikarenakan adanya bencana kabut asap yang terjadi di Jambi dan sekitarnya."Untuk penumpang yang mengarah ke barat kecenderungannya meningkat 5-10 persen dibanding tahun lalu," kata General Manager Pelabuhan Tanjung Priok Saptono.Hal itu disampaikan Saptono saat menerima kunjungan rombongan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (16/10/2006).Untuk mengantisipasi kenaikan ini, Pelni menyediakan 14 kapal Pelni dan 9 kapal non-Pelni. Padahal tren menggunakan jasa angkutan laut untuk mudik saat ini sedang menurun sejak 1998. Puncak penurunan terjadi pada 2001.Sementara Hatta menyatakan, saat ini banyak penumpang yang beralih angkutan transportasi. "Jadi banyak yang saling silang. Dari bus ke kapal, kapal ke peswat," jelasnya.Hatta menjelaskan, pemerintah pada 2006 ini sudah mengucurkan subsidi sebesar Rp 450 miliar ke Pelni. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian yang dialami Pelni akibat menurunnya peminat angkutan laut ini."Sekarang masyarakat mempunyai banyak pilihan transportasi. Cuma memang Pelni sedang mengalami penurunan penumpang," ujar Hatta.Dirjen Perhubungan Laut Harijogi menjelaskan, pemerintah akan bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut untuk mengangkut 700 orang ke Bangka Belitung. Hal ini untuk mengantisipasi tidak beroperasinya kapal Pelni yang mengarah ke Babel pada 21 Oktober. "Seperti biasa, akan digunakan kapal KRI Tanjung Ambal," jelasnya.
(ary/sss)











































