Pintu Darurat Pertamina Terkunci Hambat Pemadaman
Senin, 16 Okt 2006 14:55 WIB
Jakarta -
Tim pemadam awal mengeluhkan terkuncinya pintu darurat Pertamina. Akibatnya upaya pemadaman terhambat. Petugas yang sudah naik tangga darurat ke lantai 19, harus tertahan lebih lama di pintu masuknya."Pas kita naik, kita terkendala pintu yang terkunci," kata perwira piket Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Sudiran, di Gedung Pusat Pertamina, Jl Perwira, Jakarta, Senin (16/10/2006).Pintu darurat merupakan pintu kedap asap yang harus dibuka dari dalam ruangan. Menurut seorang petugas pemadam, Bambang Ibnu, seharusnya ada petugas keamanan gedung yang membantu membuka pintu. Namun karena tidak ada, tim pemadam awal pun membongkar paksa pintu tersebut."Satpam mungkin cuma di posko. Jadi pintunya kita potong pakai mesin grinda," tutur Bambang.Selain soal pintu darurat yang terkunci, pihak pemadam juga keheranan dengan tidak berfungsinya sistem sprinkler di setiap lantai yang terbakar.Padahal suhu di lantai 18, 19, dan 20 cukup panas untuk mengaktifkan alat otomatis pemercik air saat kebakaran tersebut. Suhu panas itu terbukti dengan banyaknya kaca jendela gedung yang pecah."Sprinkler aktif pada suhu 68 derajat Celcius. Kaca di atas kan pecah sendiri, berarti panasnya cukup untuk mengaktifkan sprinkler. Tapi logikanya kalau sprinkler menyala, mestinya tidak terbakar habis begitu," jelas Bambang.Api yang mengamuk di Gedung Pusat Pertamina sejak pukul 05.29 WIB itu sudah mulai padam pukul 10.40 WIB. Para petugas pemadam sudah bersiap-siap mengemas peralatan pukul 14.30 WIB dan sebagian lainnya sudah meluncur ke posko masing-masing.
(ahm/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
