Pendeta Irianto Ditembak, Kapolri Ditampar
Senin, 16 Okt 2006 13:27 WIB
Jakarta - Pejabat Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Pendeta Irianto Kongkoli tewas ditembak di Palu. Kejadian ini akibat lemahnya intelijen dan Polri."Ini tamparan berat bagi Kapolri meski belum sampai lampu merah," cetus Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2006).Menurut politisi PDIP ini, Kapolri harus segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi kejadian serupa di tempat lain, termasuk antisipasi protes dari warga karena bisa jadi penembakan itu memang untuk memancing kemarahan kaum nasrani."Sebentar lagi akan Lebaran, bisa jadi ini untuk memancing. Ini harus diantisipasi," ujarnya mewanti-wanti.Ditegaskan dia, Kapolri masih memiliki utang perkara dalam kasus Poso meskipun Tibo Cs sudah dieksekusi mati. Oleh karena itu upaya tercepat yang harus dilakukan adalah menangkap otak di balik kerusuhan dan aksi teror di Poso.Trimedya meminta Polri menambah pasukan untuk mengantisipasi gejolak sosial menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru, karena bisa jadi penembakan itu sebagai warning bagi daerah lain.
(san/sss)











































