Polisi dan Dinas Peternakan Jakarta Razia Daging Celeng
Senin, 16 Okt 2006 12:57 WIB
Jakarta - Menjelang Idul Fitri, permintaan konsumen akan daging sapi meningkat tajam. Tak jarang, kondisi ini dimanfaatkan oknum tertentu untuk memalsukan daging sapi dengan daging babi hutan (celeng). Karena itu, polisi dan Dinas Peternakan DKI Jakarta melakukan razia daging celeng ke pasar-pasar di Jakarta. Langkah ini diambil untuk meyakinkan masyarakat bahwa daging celeng tidak dijual bebas ke konsumen."Daging itu memang disediakan, tetapi untuk Kebon Binatang Ragunan dan Taman Safari, dan bukan untuk konsumsi masyarakat," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta Agung Priambodo.Hal itu dikatakan dia seusai melakukan razia daging celeng di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2006).Agung menjelaskan, pihaknya pernah mengungkap kasus penjualan daging celeng sekitar bulan Mei dan Juni yang lalu. Daging ini dijual di daerah Cakung dan Duren Sawit, Jakarta Timur. "Jumlahnya sekitar 600 kilogram dan lokasi penjualannya bukan di kios daging pasar, tapi di luar pasar," tambah Agung.Agung memaparkan, modus yang digunakan para penjual daging celeng adalah dengan mencampur darah daging sapi ke daging celeng. Ini dilakukan untuk menghilangkan aroma daging celeng.Karena itu, Agung mengimbau agar masyarakat tidak tergiur untuk membeli daging sapi dengan harga yang lebih murah mengingat daging celeng dijual dengan harga yang rendah."Kalau daging sapi sekitar Rp 50 ribu per kilo, tapi kalau daging celeng di bawah Rp 30 ribu. Makanya masyarakat harus curiga kalau ada daging yang berharga murah," pinta Agung.Sementara itu, Ribanto (41), pedagang daging sapi di Pasar Kebayaoran Lama mengatakan, pada tahun 2000 pernah ada daging celeng yang masuk ke pasar. Namun saat ini peredaran daging yang diharamkan umat Islam itu sudah tidak ada lagi. "Waktu itu dijualnya Rp 13 ribu per kilo," kata Ribanto.Selain Pasar Kebayoran Lama, polisi dan Dinas Peternakan juga merazia Pasar Jatinegara, Pasar Minggu, Pasar Koja, Pasar Grogol dan Pasar Senen.
(ahm/nrl)











































