Mungkinkah Kebakaran Kantor Pertamina Sabotase?
Senin, 16 Okt 2006 12:10 WIB
Jakarta - Api yang membakar lantai 18, 19 dan 20 Kantor Pusat Pertamina sudah padam, Senin (16/10/2006). Namun, kebakaran ini masih meninggalkan misteri. Apakah terbakar tanpa kesengajaan atau sengaja sabotase?Isu yang berhembus setelah kantor tersebut terbakar adalah munculnya dugaan sabotase. Kecurigaan muncul karena api berasal dari lantai 19, ruangan para direksi Pertamina, dan merembet ke lantai lain.Informasi yang dikumpulkan detikcom, dugaan sabotase muncul dari sejumlah sumber, baik staf Pertamina maupun kalangan DPR. Maklum saja, lantai 19 dan 20 merupakan tempat untuk menyimpan berbagai arsip penting. Dugaan yang muncul, ada upaya untuk menghilangkan jejak kasus-kaus "mega korupsi" seperti korupsi kapal tanker (VLCC), impor BBM, arsip-arsip oil crude, HOMC dan lain-lain."Api muncul dari lantai 19. Ruangan itu kan yang digunakan para direksi dan berisi dokumen-dokumen penting. Wajar kalau muncul kecurigan sabotase. Kenapa api tidak menyala dari lantai-lantai lainnya yang tidak berisi dokumen-dokumen penting?" kata salah seorang staf Pertamina dalam SMS-nya yang dikirim ke detikcom.Dikabarkan ruangan dirut dan wakil dirut, habis dilalap api. Demikian juga ruangan tempat penyimpanan sejumlah dokumen penting juga tinggal abu. Saat kebakaran, seluruh pejabat Pertamina sedang safari Ramadan di Cilacap.Isu lebih liar datang dari kalangan DPR. "Waktu adik Ari Sumarno (Dirut Pertamina sekarang-red) jadi menteri (Rini Suwandi), juga terjadi kebakaran serupa. Kantor Ditjen Daglu terbakar habis. Dokumen penting tentang dugaan kurupsi kuota musnah," kata salah seorang anggota dewan melalui SMS-nya.Namun, dugaan sabotasi ini masih sangat sumir. Pejabat Pertamina maupun aparat kepolisian hingga saat ini belum mengetahui sebab musabab kebakaran ini. Demikian juga Dirut Pertamina Ari Soemarno yang terbang dari Cilacap langsung meninjau lokasi kebakaran belum bersedia memberikan komentar soal kemungkinan sabotase dalam kebakaran ini.
(jon/nrl)











































