Keterlambatan TNI ke Libanon Akibat PBB Prioritaskan Eropa
Senin, 16 Okt 2006 12:24 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto menjelaskan keterlambatan pasukan TNI yang berangkat ke Libanon akibat pengaturan pasukan oleh PBB. PBB memprioritaskan pasukan Eropa untuk ditempatkan lebih dahulu."Sebenarnya lebih pada pengaturan di Libanon. Prioritas di Eropa dan mungkin sekarang sudah selesai. Kalau sekaligus sekian banyak orang kan susah ngaturnya," tutur Djoko.Hal tersebut disampaikan Djoko sebelum rapat dengan Tim Pemantau Poso DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2006).Dijelaskan dia, Tim Aju (Advance) yang rencananya diberangkatkan pada 28 Oktober akan bertugas melakukan koordinasi dengan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), mengatur penempatan pasukan, tenda dan markas yang akan dipergunakan."Seluruh pasukan akan diangkut dan diberangkatkan oleh PBB.Baik Tim Aju, peralatan, maupun Badan Utama (Main Body)," ujarnya.Mengenai uang pengganti dari PBB, lanjutnya, saat ini belum diberikan. Namun pasukan yang diberangkatkan dibekali uang saku untuk dipergunakan selama 2 bulan."2 Bulan itu termasuk uang saku, uang makan dan lain sebagainya," cetus Djoko.Sebelumnya Tim Aju dijadwalkan pada 20 September. Kemudian mengalami perubahan menjadi 10 Oktober. Lalu diubah lagi menjadi 28 Oktober. Sedangkan untuk Badan Utama bertenggang waktu 14 hari dari keberangkatan Tim Aju.
(aan/sss)











































