Sugiharto Tampik Dugaan Sabotase Kebakaran di Pertamina
Senin, 16 Okt 2006 12:13 WIB
Jakarta - Dugaan ada sabotase berhembus kencang dalam peristiwa kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pertamina. Namun Menneg BUMN Sugiharto yang turun ke lokasi kejadian langsung menampiknya.Kebakaran Pertamina memang membuat 'induk' badan usaha milik negara ini bak turut kebakaran jenggot. Wajah tegang dan serius pun terlihat dari raut muka Sugiharto. Bahkan dia tak henti-hentinya mondar-mandir untuk minta informasi terkait kebakaran. Apalagi kebakaran terjadi di ruang direksi Pertamina di lantai 19 dan 20. Ada unsur sabotase?"Saya rasa terlalu dini untuk menyatakan adanya sabotase," tangkis Sugiharto ketika ditemui di halaman Gedung Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (16/10/2006).Menurut Sugiharto, lokasi kebakaran di lantai 18, 19, 20, dan 21 di Gedung Pusat Pertamina bukanlah tempat data sentral pengoperasian Pertamina."Kalau dilihat dari ketiga lantai ini, data-data yang ada tak lebih dari laporan informasi, ketimbang data sentral untuk menggerakkan operasional Pertamina secara keseluruhan," jelas Sugiharto yang sebelumnya sudah mendapat keterangan dari Komisaris Utama Pertamina Mardiono Hadianto.Sugiharto menjelaskan, lantai 19 adalah ruang wakil direktur Pertamina dan stafnya, lantai 20 ruang Direktur Utama dan staf, dan lantai 21 hanya terdapat ruang pertemuan.Sugiharto yang mengenakan safari hitam datang bersama Komisaris Utama Pertamina Mardiono Hadianto. Sugiharto dan Mardiono langsung berusaha masuk ke dalam ruang lobi gedung perusahaan minyak negara itu.Namun begitu sampai di pintu masuk, Sugiharto dan Mardiono langsung dicegat petugas pemadam kebakaran karena situasi yang masih belum terkendali. Mereka pun memutar perjalanan menuju Ruang Perwira, tempat Mardiono berkantor.Api membara di Gedung Pusat Pertamina pukul 05.29 WIB. Si jago merah kemudian dipadamkan pukul 10.40. Sekitar 15 unit pemadam kebakaran dan 3 helikopter berjibaku dalam aksi pemadaman api.
(ahm/sss)











































