Skandal Seks Presiden Israel, Polisi Punya Bukti Kuat
Senin, 16 Okt 2006 10:49 WIB
Yerusalem -
Setelah melakukan penyelidikan selama dua pekan, kepolisian Israel akhirnya mendapatkan bukti-bukti kuat untuk mendakwa Presiden Israel Moshe Katsav atas pemerkosaan dan pelecehan seksual."Ada cukup bukti yang mengindikasikan bahwa dalam beberapa kasus, presiden melakukan tindakan pemerkosaan, perbuatan seks yang dipaksakan, perbuatan seksual tanpa persetujuan dan pelecehan seksual," demikian statemen kepolisian Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (16/10/2006).Selama dua minggu terakhir ini, kepolisian Israel telah menyelidiki tidak kurang dari 10 pengaduan pemerkosaan dan pelecehan seksual oleh mantan pegawai Katsav selama masa kepresidenannya dan sewaktu masih menjabat Menteri Pertanian Israel.Dengan adanya bukti-bukti ini, Jaksa Agung Israel Menachem Mazuz dalam waktu dekat akan memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan hukum terhadap Katsav, yang bersikeras menolak semua tuduhan tersebut.Katsav telah ditanyai beberapa kali oleh polisi terkait tuduhan bahwa pria berusia 61 tahun itu telah memaksa beberapa bekas pegawai wanitanya untuk berhubungan badan dengannya.Meski begitu, Katsav yang memiliki 5 anak itu berulang kali menolak seruan untuk mengundurkan diri atas skandal seks yang mengguncang Israel ini."Polisi tidak punya otoritas legal untuk membuat rekomendasi apapun seperti ini," cetus pengacara Katsav, Zion Amir dalam sebuah statemen."Ini bukan pertama kalinya polisi merekomendasikan dakwaan atas figur-figur senior, termasuk perdana menteri, dan rekomendasi itu ditolak semuanya," imbuh Amir menyinggung mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon.Skandal seks Katsav mencuat setelah seorang perempuan yang menjadi pembantu senior mengadu bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual oleh Katsav sewaktu bekerja untuknya. Namun Katsav bersikeras bahwa dirinya semata-mata korban bulan-bulanan pers Israel.
(ita/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































