Api di Pertokoan Keputran Surabaya Berhasil Dijinakkan

Api di Pertokoan Keputran Surabaya Berhasil Dijinakkan

- detikNews
Minggu, 15 Okt 2006 22:14 WIB
Surabaya - Warga maupun pedagang yang berjualan di Pasar Keputran Surabaya akhirnya bisa bernafas lega. Ini terjadi setelah api yang telah menghanguskan sedikitnya 6 toko di komplek Pertokoan Keputran berhasil dipadamkan, pada pukul 18.30 WIB, Minggu (15/10/2006).Si jago merah yang sempat liar itu, akhirnya bisa dipadamkan setelah 9 unit mobil pemadam yang didatangkan dari berbagai daerah di Surabaya, dapat melokalisir api agar tidak menjalar ke bangunan yang lain. Adapun di lokasi sekitar banyak berdiri pertokoan, lembaga pendidikan dan pasar sayur dan kelontong yang biasa dikenal sebagai Pasar Keputran.Toko-toko yang terbakar itu berada di Jl Urip Sumoharjo dan sebagian masuk wilayah Jl Basuki Rachmat. Menurut keterangan seorang pemilik toko, Ikhwan, akibat musibah ini dirinya menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Dia mengaku, selain barang-barangnya ludes, 3 unit mobilnya yang berada di dalam toko tak bisa diselamatkan. Ada pun mobilnya yang hangus adalah tipe L-300 dan 1 unit Suzuki Katana. Perlu diketahui, rumah dia yang sekaligus dipakai untuk usaha lokasinya persis di sebelah selatan Gedung Wisma Dharmala. Dan setiap sore di depan bangunan miliknya selalu dipadati ratusan pedagang sayur mayur.Sementara, sumber api masih misterius. Beberapa pemilik toko yang terbakar saling tuding. Ada yang menyebut berasal dari Toko 'Anti Mahal' yang berjualan kebutuhan percetakan dan ada yang menuding dari bangunan kosong bekas tempat biliard.Hanafi, seorang pemilik bangunan yang sehari-hari memiliki usaha foto copy di Jl Urip Sumoharjo 3 A, menyangkal sumber api berasal dari tempatnya. Dia beralasan, bahwa setiap hari Sabtu dan Minggu, usahanya libur. "Sumbernya dari bangunan belakang. Hari saya libur jadi tidak ada aktivitas apapun," cetusnya.Hanafi termasuk pemilik toko yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan harta bendanya. Dengan hanya mengenakan helm dan celana pendek, dia ngotot memasuki tempat usahanya meski telah dilarang petugas pemadam kebakaran.Sayangnya, meski dibantu dua saudaranya yang datang menyusul dan kemudian bersama-sama menjebol pintu tempat usahanya dengan bantuan sebatang kayu, tetapi dia hanya bisa meratapi nasibnya. Semua peratalan foto copy milik keluarganya kedapatan sudah hangus.Yang menarik, upaya Hanafi untuk menyelamatkan harta bendanya malah dicemooh oleh ratusan orang yang menyaksikan musibah itu. "Awas nyawamu. Tidak sayang to?" teriak salah satu warga yang gemas melihat kengototan Hanafi. (ndr/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads