Survei LSI: 43 % Umat Islam pilih Partai Sekuler
Minggu, 15 Okt 2006 21:53 WIB
Jakarta - Meski mayoritas masyarakat Indonesia pemeluk Islam, namun hal itu tidak menjamin pilihan mereka untuk memilih partai berazaskan Islam. Hal ini dibuktikan dengan survei Lembaga Survei Indonesi (LSI) yang mendapatkan hasil bahwa 43 persen umat islam lebih memilih partai sekuler atau nasional.Diketahui bahwa para pemilih itu lebih cenderung menjatuhkan pilihan politik mereka kepada partai seperti Golkar, PDIP atau Demokrat."Sebab itu partai islam harus memperhatikan aspirasi masyarakat yang memiliki karakteristik pluralis. Kalau tidak kesana, maka akan tipis kemungkinan untuk menang," kata Direktur Eksekutif LSI Syaiful Mujani, kepada wartawan di Hotel Nikko, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2006).LSI melakukan survei tersebut pada 23 September hingga 3 Oktober 2006 dengan populasi umat islam dari Sabang sampai Merauke. Adapun survei dilakukan secara acak dengan sampel sebanyak 1092 orang dan berumur minimal 17 tahun.Secara rinci, diperoleh hasil bahwa 9 persen umat islam memilih partai islam seperti PKS, PKB dan PPP. 9,5 persen memilih partai berbasis ormas islam seperti PKB dan PAN sedang 2,5 persen memilih partai lainnya, sementara sisanya belum jelas.Partai Islam yang terbanyak dipilih adalah PKB sebanyak 5,3 persen. Selain itu dukungan paling besar dari umat islam tidak diberikan kepada organisasi islam yang memperjuangkan syariat islam di wilayah publik, tetapi umat islam lebih berorientasi sekuler dalam berpolitik."Umat islam tidak mempersoalkan demokrasi dan pancasila. Jadi kalau mau maju partai islam harus bergeser ke tengah," cetusnya.Mujani menambahkan, prospek partai islam sendiri menunjukkan tidak adanya kemajuan dan jauh tertinggal dari sentimen publik terhadap partai nasional seperti PDIP."Ada semacam jurang antara yang diperjuangkan (partai islam) dengan sentimen publik dan yang mampu menangkap adalah partai sekuler," tandasnya.
(ndr/ndr)











































