Cobaan Berburu Baju Baru

Cobaan Berburu Baju Baru

- detikNews
Minggu, 15 Okt 2006 13:10 WIB
Jakarta - Mereka yang berburu baju baru menjelang Lebaran -- baik eceran maupun partai besar -- tumplek blek di semua blok di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2006). Blok yang telah disulap menjadi pasar modern (Blok A) hingga sejumlah blok yang masih berkipas angin, semuanya disesaki konsumen.Saking sesaknya, banyak calon konsumen yang kesulitan masuk pasar dan hanya puas berada di mulut pasar. Pedagang yang ada di pinggiran jalan yang akhirnya mereka dekati.Mereka yang sudah sukses masuk ke dalam pasar juga banyak menghadapi 'cobaan'. 'Cobaan' itu misalnya berupa hawa superpanas yang menimbulkan rasa haus. "Batal aja nih puasanya," kata rombongan ibu-ibu yang penuh peluh sambil pada seorang pedagang minuman. Masih banyak lagi pemburu baju baru yang membatalkan puasa wajibnya karena kehausan. Pedagang minuman keliling -- es jeruk dibanderol Rp 3.000 -- pun laris manis. Mereka bersemangat menjajakan dagangannya, bersaing dengan pedagang minuman yang mangkal di sudut-sudut pasar.'Cobaan' lainnya adalah banyaknya pengemis yang mematok 'harga'. "Bu, saya sakit. Minta uang 2.000 rupiah saja," begitu aksi para pengemis dadakan ini. Sasaran mereka adalah kaum ibu yang tangannya penuh belanjaan.Para pengemis ini berusia anak-anak hingga dewasa. Banyak yang berbadan tegap. Bila diberi Rp 1.000, mereka tidak puas. Mereka akan menguntit 'korban'-nya ke mana saja pergi hingga 'korban' memberinya duit sesuai patokan 'harga' yang mereka pinta, yaitu Rp 2.000.'Cobaan' lainnya adalah pencopet. Tapi sayang, petugas keamanan di Tanah Abang menolak memberikan informasi berapa banyak korban pencopetan yang melapor atau pun berapa copet yang berhasil mereka bekuk.Masih ada 'cobaan' lain yaitu kemacetan lalu lintas. Semua jalan yang mengakses ke Tanah Abang, macet nyaris tak bergerak. Kendaraan umum dipadati pembelanja. Parkir di sembarang tempat. Semrawut.Menurut pantauan detikcom, konsumen Pasar Tanah Abang tidak hanya orang pribumi saja. Ada juga orang berkulit gelap dan putih. Besar kemungkinan mereka datang ke Jakarta untuk melongok pameran ekspor yang digelar di PRJ. Untuk urusan bisnis, mereka mampir ke Pasar Tanah Abang juga. Hingga pukul 13.10 WIB, suasana Pasar Tanah Abang masih sibuk luar biasa. (nrl/ddn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads