Bubarkan Demo, Kapolda Riau akan Dilaporkan Walhi ke Kapolri

Bubarkan Demo, Kapolda Riau akan Dilaporkan Walhi ke Kapolri

- detikNews
Sabtu, 14 Okt 2006 19:55 WIB
Pekanbaru - Walhi akan melaporkan Kapolda Riau Brigjen Ito Sumardi DS kepada Kapolri karena membubarkan paksa aksi unjuk rasa aktivis lingkungan saat pertemuan menteri-menteri lingkungan hidup ASEAN Jumat 13 Oktober 2006. Ito dinilai telah membunuh semangat demokrasi di negeri ini. Hal itu ditegaskan Ahmad Zazali, Wakil Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) kepada detikcom, Sabtu (15/10/2006) di Pekanbaru."Kita mengutuk tindakan represif dan anarkis yang ditunjukkan Kapolda Riau terhadap masa aktivis menyikapi pertemuan menteri lingkungan hidup ASEAN di Pekanbaru kemarin," kata Ahmad. Dimata Ahmad, sikap Kapolda Riau yang emosional dalam pembubaran paksa aksi demo yang dilakukan aktivis itu menunjukkan Ito Sumardi orang yang tidak mengerti pentingnya peranserta dan kontrol masyarakat sipil dalam sebuah negara demokrasi. "Cerminan watak represif Orde Baru masih kental dalam sepak terjang Kepolisian Indonesia, Polda Riau khususnya," kata Ahmad.Dia menjelaskan, bahwa aksi demo yang mereka lakukan bukanlah dari kelompok organisasi terlarang. Semua organisasi lingkungan di Riau melibatkan diri dalam aksi demo tesebut. "Persoalan yang kita angkat bukanlah isu separatis, melainkan sebuah isu publik yang telah menghilangkan hak asasi rakyat atas lingkungan yang sehat. Kabut asap juga memberikan pengaruh yang negatif terhadap perekonomian lokal, nasional dan internasional," katanya. "Image Indonesia sebagai negara pengekspor asap adalah sebuah hinaan besar bagi bangsa ini, sekaligus sebagai bentuk kegagalan rezim SBY-JK mengatasi masalah dasar penyebab kabut asap di Indonesia," tambahnya Dalam aksi demo kemarin sore, aktivis lingkungan bersitegang dengan Kapolda Riau. Sempat terjadi adu mulut antara Direktur Walhi Riau, Jhoni Mundung dengan Kapolda yang meminta mereka membubarkan diri.Sikap aktivis yang bertahan, membuat Kapolda Riau naik pitam. Ito tampak emosinal dan tak terkontrol. Kapolda mengusir paksa aktivis untuk membubarkan diri.Direktur Walhi Riau, Jhoni, sempat diseret aparat untuk dimasukan dalam mobil dan menjadi incaran aparat untuk ditangkap karena dinilai membangkang. Berhubung wartawan terus membuntuti Jhoni, akhirnya polisi melepaskannya."Sikap Kapolda Riau yang memaksa kita bubar, hal ini kita sudah berkoordinasi dengan Walhi Pusat untuk segera membuat surat pengaduan ke Kapolri," kata Jhoni Mundung. (fjr/fjr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait