H-10 Lebaran, Pasar Tanah Abang Diserbu Pembeli

H-10 Lebaran, Pasar Tanah Abang Diserbu Pembeli

- detikNews
Sabtu, 14 Okt 2006 16:07 WIB
Jakarta - 10 Hari menjelang Lebaran, suasana di Pasar Tanah Abang menggeliat. Pembeli menyerbu kios-kios baju, utama busana muslim, peci, dan baju koko. Hanya pedagang di Blok G yang mengeluhkan minimnya jumlah pembeli.Suasana Ramadan tahun ini, menurut mereka, jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, 10 hari menjelang Ramadan, omzet penjualan mereka sudah bergerak naik, karena pembeli sudah berbondong-bondong menyerbu."Sepi Mas sekarang, beda dengan dulu. Nggak tahu apa tidak beli baju ibu-ibunya atau duitnya sekarang sulit dicari karena banyak bencana," keluh Latifah (30), pedagang di Blok G/B L 02 Pasar Tanah Abang, Jakarta saat ditemui detikcom, Sabtu (14/10/2006).Latifah yang menjual blus, bahan pakaian, kaos dan lain-lain mengaku beberapa hari ini pulang lebih cepat dari biasanya. Jika tahun lalu dia menutup tokonya pukul 17.00 WIB, kini dia sudah menutup kios sejak pukul 15.30 WIB.Sepinya pembeli membuat Latifah tidak mau ngoyo mengejar target. "Buat penglaris-penglaris saja Mas, laku 1-5 baju cukuplah," katanya.Menurut Latifah, omzetnya saat ini benar-benar melorot jika dibandingkan tahun lalu. Bahkan tidak sampai separuh keuntungan di tahun sebelumnya. "Sekarang penjualan hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari," katanya.Keluhan yang sama disampaikan Toni, penjual aneka celana jeans. Dia mengaku omzetnya turun drastis, karena sampai saat ini belum banyak yang membeli celana dagangannya.Di lantai 1 dan 2 Blok G, Pasar Tanah Abang, suasananya memang nyaris tidak berbeda dengan hari-hari di luar bulan Ramadan.Namun tidak semua blok di pasar yang mengalami renovasi signifikan itu sepi. Penjual pakaian di Blok A, B, C, D, dan F tampak lebih sumringah. Dagangan mereka laku keras. Pembeli membludak sehingga berdesak-desakan.Di toko pakaian Baru Murah di Blok F, Murni mengaku omzetnya sudah mencapai jutaan rupiah hari ini. Namun dia merahasiakan angkanya. "Ya rahasialah," katanya.Kegembiraan juga terlihat di wajah Siti, yang memiliki kios tidak jauh dari Murni. Pembeli di kiosnya tampak ramai sehingga dia agak kewalahan melayani. "Lumayan Mas, bisa untuk pulang," tutur penjual baju-baju muslim itu.Sementara suasana di kaki lima yang ada di depan Blok G meski tampak dipadati calon pembeli, pedagang masih mengeluhkan minimnya pendapatan mereka."Sekarang banyak orang yang jalan, tapi yang beli sedikit, sepi!" cetus Iwan, penjual baju koko, kemeja dan kaos. (umi/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads