SBY: Kita Sudah Dapatkan Peace Prize Sebenarnya di Aceh
Jumat, 13 Okt 2006 16:58 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak kecewa tidak meraih Nobel Perdamaian (Nobel Peace Prize). Dinominasikan saja, SBY sudah bersyukur. Tapi, yang lebih penting, SBY gembira karena sudah mendapatkan 'Peace Prize' yang sebenarnya di Aceh."Kita telah mendapatkan Peace Prize sebenarnya di Aceh. Perdamaian sudah ada dan mulai mapan," kata SBY seperti disampaikan juru bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal saat dihubungi detikcom, Jumat (13/10/2006).Menurut Dino, Presiden SBY telah diberitahu bahwa peraih Nobel Perdamaian 2006 adalah Muhammad Yunus dari Bangladesh. "Bapak Presiden biasa-biasa saja saat diberitahu," ujar Dino.Menurut Dino, dari awal, Presiden SBY memang tidak pernah memimpikan untuk mendapatkan Nobel tersebut. "Bahkan, untuk dinominasikan saja, Presiden sudah bersyukur," kata dia.Sekitar pukul 10.00 waktu Oslo, Norwegia, Komite Nobel Norwegia mengumumkan bahwa peraih Nobel Perdamaian 2006 adalah Muhammad Yunus dari Bangladesh dan Grameen Bank yang memberikan pinjaman kepada rakyat miskin tanpa jaminan finansial."Perdamaian abadi tidak dapat dicapai kecuali kelompok-kelompok populasi besar menemukan cara-cara untuk memberantas kemiskinan. Kredit mikro adalah salah satu cara," demikian statemen dari Komite Nobel Norwegia memberi alasan mengapa Muhammad Yunus menjadi pemenang.
(asy/sss)











































