Kinerja SBY-JK Belum Maksimal, Karena Menteri Tidak Optimal
Jumat, 13 Okt 2006 15:58 WIB
Jakarta -
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kinerja SBY-JK membaik, meski belum maksimal. Ketidakmaksimalan kinerja SBY-JK disebabkan beberapa menteri dalam kabinet Indonesia Bersatu belum optimal menjalankan tugas."Saya kira dalam beberapa hal kinerja belum optimal, karena dukungan pembantu-pembantu presiden di beberapa pos belum optimal," cetus Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dalam diskusi Evaluasi 2 Tahun Kinerja SBY-JK, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2006).Jika semua pembantu presiden berjalan maksimal, tentulah hasil survei jauh lebih tinggi dari sekedar 67%. "Kepuasan publik bisa sebaliknya, 76%," kata Anas.Selain kinerja menteri, Anas juga mengungkapkan 2 faktor lain yang menyebabkan SBY-JK tidak maksimal. "Pertama itu kecakapan birokrasi. Birokrasi belum bisa mengimplemetasikan visi-misi pemerintah secara baik. Kedua, situasi politik belum sepenuhnya mengarah positif," ujar Anas.Biar demikian, Anas melihat angka kepercayaan publik meningkat terhadap SBY-JK. Di tengah bencana-bencana alam yang datang silih berganti, SBY-JK mampu melaksanakan tugasnya."Itu adalah pertanda-pertanda penting yang tidak boleh diklaim sebagai prestasi pemerintah semata, tapi bangsa. Sehingga layak LSI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja SBY-JK 67%," tandas Anas.
(aba/asy)










































