FUI Datangi Kedubes Denmark
Jumat, 13 Okt 2006 15:31 WIB
Jakarta - Protes terhadap lomba kartun Nabi Muhammad SAW terus berlanjut. Kali ini kantor Kedutaan Besar Denmark didatangi 80-an aktivis Forum Umat Islam (FUI).Mereka tiba di gedung Menara Rajawali, di mana Kedubes Denmark berkantor, Mega Kuningan, Jl Casablanca, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2006) pukul 13.40 WIB.Mereka dengan berjalan kaki langsung datang sambil mengibar-ngibarkan bendera berwarna hitam dan putih yang bertuliskan "laa ilaaha illallah" dengan huruf Arab.Selain itu mereka juga membawa berbagai macam poster, antara lain bertuliskan "Satu kata bagi penghina Rasulullah, hukum mati" dan "Bukan kata maaf yang kami minta, tapi hukum mati penghina Rasulullah".Sejumlah tokoh juga terlihat melakukan orasi di depan Menara Rajawali yang diamankan sekitar 50 polisi dari Polres Jakarta Selatan dan 30 anggota satuan pengamanan (satpam) gedung tersebut.Mereka yang berorasi berorasi antara lain mantan Ketua BP YLBHI Munarman, tokoh Gema Pembebasan Jamil, Dai Cilik TV7 bernama Solahudin Umar.Dalam orasinya mereka mengutuk Partai Rakyat Demokratik Denmark yang telah melakukan pelecehan yang luar biasa pada Nabi Muhammad. "Dalam sebuah kegiatan teatrikal mereka berbuat seolah-olah diri mereka Rasulullah. Rasulullah diibaratkan sebagai hewan unta dan minum bir," kata Jamil.Jamil juga menyatakan, pemerintah Denmark sebagai pembohong dan penipu. Permintaan maaf sebelumnya dalam kasus pemuatan kartun nabi di koran Denmark tahun lalu dinilai tidak sungguh-sungguh.Sementara Munarman menyebutkan perbuatan di Denmark itu sebagai bentuk rasisme. "Saatnya kita bersatu untuk memastikan ini yang terakhir kalinya mereka melecehkan Islam," ujarnya juga dengan nada lantang.Sementara di sela-sela aksi, koordinator lapangan aksi bernama Sodik Romadon membacakan tuntutannya. Mereka menuntut agar pemerintah Denmark menghukum mati para pelaku pelecehan terhadap Nabi Muhammad tersebut atau RI memutuskan hubungan diplomatik dengan Denmark.Sejumlah perwakilan FUI akhirnya ditemui staf lokal Kedubes Denmark yang bernama Ibu Sani. Dalam pertemuan tersebut Sani menyatakan kesepakatan bahwa pada Senin 17 Oktober mendatang Dubes Denmark Niels Erik Andersen bersedia berdialog dengan sejumlah perwakilan umat Islam.
(zal/sss)











































