Makanan Halal Kian Mudah Didapat

Ramadan di Inggris (3)

Makanan Halal Kian Mudah Didapat

- detikNews
Jumat, 13 Okt 2006 12:53 WIB
London - Sebagai WNI muslim yang tinggal di London, saya cukup berbangga dengan semakin mudahnya mendapatkan makanan halal akhir-akhir ini. Makanan berlabel 'halal' telah masuk ke berbagai supermarket mainstrem. Sebelumnya, makanan halal ini hanya bisa didapatkan di toko-toko kecil yang dimiliki warga keturunan benua Asia, seperti Pakistan dan India. Keterbatasan supermarket yang menjual makanan halal cukup mengganggu bagi warga muslim untuk berbelanja. Tapi, kini gangguan itu tidak terjadi lagi. Memang harganya sedikit lebih mahal, tetapi dari segi kepraktisan berbelanja, jelas bermunculannya supermarket yang menyediakan makanan halal sangat membantu. Meski begitu, tentu kami tidak bisa meninggalkan toko-toko kecil serba halal yang ada, posisi mereka tak tergantikan, karena biasanya mereka juga punya bumbu-bumbu yang hampir mirip dengan lidah Indonesia. Idul Fitri Idul Fitri. Inilah hari di mana kerinduan kami begitu memuncak dengan Indonesia. Perasaan tentram dan damai bersimpuh di hadapan orangtua memohon permaafan mereka, tidak bisa tergantikan dengan apa pun juga. Alat komunikasi terus semakin canggih. Ada telepon berlayar, ada komputer berkamera, tetap saja lobang itu tak tertutupi. Setiap tahun, kebiasaan kami rutin, salat Id di masjid. Biasanya kami memilih salat Id yang waktunya agak di tengah-tengah. Masjid dekat rumah kami mengadakan empat kali salat Id. Dimulai dari pukul 06.30 lalu berurutan setiap satu jam hingga pukul 09.30.Lantas, kami melakukan silaturahmi. Biasanya, kami bersilaturahmi ke rumah duta besar. Sebenarnya agak lumayan jauh juga jaraknya, sekitar 40 kilometer. Tetapi karena hampir semua orang Indonesia kumpul, ya sedikit kami paksakan. Setahun sekali, tak apalah. Lagi pula makanannya beragam dan enak-enak. Anak kami juga sangat suka karena berjumpa dengan banyak sekali anak Indonesia.Di rumah duta besar itu kami juga akan tahu siapa saja yang akan mengadakan open house. Memang selama satu dua hari hingga seminggu sesudah lebaran, ada saja warga Indonesia yang sudah kami anggap sesepuh mengadakan open house. Ya berkunjunglah kami dan tentu saja makan lagi.Tidak berpuasa dan berlebaran di kampung halaman mungkin terasa kurang. Tetapi itulah yang dari tahun ke tahun kami hadapi. Lama-lama kami juga menemukan banyak banyak kenikmatan tersendiri yang mungkin tidak terasakan kalau kami ada di Indonesia. Tapi, tetap saja kami rindu kampung halaman. Penulis adalah koresponden detikcom di London. (lza/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads