Aktivis Lingkungan Demo Pertemuan 5 Negara ASEAN
Jumat, 13 Okt 2006 12:13 WIB
Pekanbaru - Siang ini 5 Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN akan bertemu di Riau membahas kabut asap. Kedatangan para menteri itu pun disambut aksi demo 50-an aktivis lingkungan hidup.Sejumlah aktivis lingkungan hidup yang dimotori Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau itu datang di depan Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (13/10/2006) pukul 10.30 WIB.Mereka mendatangi hotel tersebut, karena sebagai tempat penginapan para tamu dari 5 Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN yang akan membahas soal kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. Aksi ini mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat kepolisian.Bahkan peserta aksi tidak diperkenankan melakukan aksinya turun ke badan jalan, tapi hanya berdiri di trotoar. Sebagian peserta mengenakan masker berwarna putih dan membawa sejumlah spanduk.Spanduk itu antara lain bertuliskan "Adili para pelaku illegal logging", "Perusahaan Malaysia juga bakar hutan di Riau", "Indonesia sudah dipermalukan negara tetangga" dan "Menhut MS Kaban sebaiknya mundur".Dalam yel-yel dan orasinya, para aktivis lingkungan hidup ini meminta agar para pelaku illegal logging ditangkap dan dihukum. Mereka juga meminta agar dua konglomerat yang menadah hasil jarahan hutan juga ditangkap.Dalam orasinya, mereka menuntut agar Sutanto Tanoto sebagai pemilik Raja Garuda Mas Grup dan Teguh Wijaya pemilik PT Indah Kiat ditangkap. Sebab kedua perusahaan raksasa bubur kertas ini merupakan perusahaan penampung illegal logging terbesar di Indonesia.Di Riau, Sutanto Kanoto memiliki perusahan bernama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sedangkan Teguh Wijaya memiliki perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Di mata Walhi, salah satu penyebab utama hancurnya hutan di Riau dan Indonesia adalah kedua perusahaan kertas tersebut yang dianggap rakus."Perusahaan inilah yang setiap hari menggunduli hutan di Riau demi memenuhi kebutuhan industrinya," teriak Direktur Walhi Riau Jhoni Mundung dalam orasinya.Jhoni mengatakan, kabut asap yang terjadi di Sumatera tidak terlepas dari kedua perusahaan ini yang terus memperluas hutan tanaman industrinya. "Itu sebabnya, Walhi menuntut kedua konglomerat ini mesti ditangkap dan diadili, karena sudah merusak lingkungan hidup," katanya.Selain itu dalam aksi demo tersebut, Walhi juga menyindir Menteri Kehutanan MS Kaban telah bermain mata dengan kedua perusahaan ini. Kaban dinilai tidak akan pernah berani menyebut kedua perusahaan ini sebagai penampung illegal logging, karena partainya mendapat sokongan dana dari kedua perusahaan itu."Sebaiknya MS Kaban mengundurkan diri saja," pinta Jhoni.Sekitar pukul 11.45 WIB, aksi unjuk rasa ini membubarkan diri. Tapi mereka berjanji usai salat Jumat akan kembali melakukan aksi unjuk rasanya itu.
(zal/sss)











































