Daop IV Akui Ada Revitalisasi Aset KA di Bojonegoro
Jumat, 13 Okt 2006 08:24 WIB
Semarang - Terkait penindakan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di areal rumah dinas PT KA di Bojonegoro, Daerah Operasi (Daop) IV Semarang menyebutkan hal itu bukan penggusuran melainkan revitalisasi aset.Humas PT KA Daops IV Semarang Suprapto menyatakan, pihaknya sengaja mengutak-utik rumah dinas PT KA di Bojonegoro. Program tata ulang itu dilakukan agar aset PT KA dapat dimanfaatkan."Kita tetap akan laksanakan. Tapi dengan cara kekeluargaan. Itu kan demi pegawai KA sendiri," katanya ketika dihubungi detikcom melalui ponselnya, Jumat (13/10/2006).Suprapto menammbahkan pihaknya akan mendata ulang penghuni agar diketahui mana pegawai aktif dan mana yang telah non aktif. Bagi pegawai aktif, pihaknya mempersilakan menempati rumah dinas tesebut."Ya kami usahakan ada yang terima pesangon bagi yang non-aktif dan bersedia meninggalkan rumah tersebut," jelasnya.Lebih jauh, Suprapto menyatakan, bagi pegawai yang sudah tidak punya hak atas rumah dinas tersebut, bisa menyewa agar tetap tinggal. Dengan demikian, PT KA mendapatkan pemasukan dari asetnya."Selama ini, potensi PT KA belum maksimal. Pendapatan dari jasa angkutan kurang bisa menutup pengeluaran. Karena itu, penggalian potensi dan asetnya harus lebih dimanfaatkan," paparnya.Sebagaimana diketahui, PT KA Daop IV menertibkan PKL yang berada di area rumah dinas PT KA. Berkembang isu bahwa areal itu akan dijadikan rumah toko. Para penghuni setempat menyatakan tidak setuju dengan kebijakan itu karena merasa tak pernah diajak dialog.
(try/nvt)











































