Rakaat Tarawih dan Parkir

Ramadan di Inggris (2)

Rakaat Tarawih dan Parkir

- detikNews
Jumat, 13 Okt 2006 07:18 WIB
Rakaat Tarawih dan Parkir
London - Di Indonesia, salat tarawih yang digelar di masjid-masjid memiliki jumlah rakaat yang berbeda-beda. Begitu juga yang terjadi di London, Inggris. Bahkan, yang unik, ada kaitan antara jumlah rakaat tarawih dengan parkir di halaman masjid. Kok? Di bulan Ramadan, masjid yang paling ramai dipadati kamu muslim adalah London Central Mosque, yang terletak di tepi Regent's Park, London. Di masjid besar ini selalu ada ta'jilan, berbuka puasa bersama. Makanan yang disediakan khas Timur Tengah, yang paling sering muncul, ya.. nasi kebuli.Salat tarawih di masjid berkubah emas ini dilakukan 20 rakaat plus 3 rakaat salat witir. Tetapi, bukan berarti Anda harus salat tarawih 20 rakaat. Sebab, lebih separuh jamaah masjid hanya melakukan salat tarwih 8 rakaat. Jadi, setelah tuntas salat 8 rakaat dan salat witir 3 rakaat sendiri, sebagian besar jamaah pun pulang. Kalau kita datang ke masjid ini dengan membawa mobil, jangan heran kalau ditanya oleh petugas parkir masjid. "Mau salat 20 rakaat atau 8 rakaat?" begitulah pertanyaan para petugas parkir. Bukan apa-apa. Ini sekadar untuk pengaturan parkir saja. Kalau Anda menjawab 8 rakaat, maka secara otomatis petugas parkir akan mengarahkan mobil Anda untuk parkir di dekat pintu keluar. Dengan demikian, sesudah menyelesaikan salat tarawih 8 rakaat, Anda bisa bisa meninggalkan masjid lebih dulu dan lebih tertib. Dulu, waktu awal-awal kami tinggal di London, kami sering datang ke London Central Mosque. Namun, karena letak masjid di tengah kota, sementara kami tinggal di London tenggara, maka kami sangat jarang beribadah di masjid ini. Sebagai gantinya, kami lebih sering beribadah Ramadan di masjid di sekitar tempat kami tinggal. Di London Tenggara, ada sekitar 15 keluarga WNI. Di saat Ramadan, sebisa mungkin kami menciptakan suasana serba Indonesia. Sekali seminggu kami melakukan buka bersama, terus dilanjutkan tarawih. Makanannya tentu sangat Indonesia. Ya lumayan sedikit mengobati kerinduan dengan Indonesia.Kedutaan Besar RI di London juga sekali seminggu mengadakan buka bersama plus pengajian dan tarawih bersama. Di sini kami campur baur, ada mahasiswa, pekerja, dan juga orang keduataan. Jumlahnya bisa ratusan orang. Penulis adalah koresponden detikcom di London. (lza/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads