Jelang Lebaran, DKI Tidak Akan Lakukan Operasi Pasar
Jumat, 13 Okt 2006 01:00 WIB
Jakarta - Kenaikan harga-harga menjelang lebaran di sejumlah pasar di Jakarta membuat ibu-ibu rumah tangga menjerit. Namun Pemprov DKI Jakarta tidak akan melakukan Operasi Pasar (OP) karena kenaikan masih dianggap wajar."Tidak ada operasi pasar, karena kenaikan harga cuma 2-10 persen, itu kenaikan rutin," ujar Dirut PD Pasar Jaya Prabowo Soenirman di Jakarta Kamis (12/10/2006).Menurut Prabowo, para pembeli sudah memaklumi naiknya harga-harga karena kenaikannya masih wajar dan cuma setahun sekali akibat permintaan pasar. Hingga lebaran, harga barang ditargetkan naik 2-10 persen."Kenaikan harga menjelang lebaran nggak pernah sampai 50 persen. OP di pasar-pasar di Jakarta hanya terjadi 3 tahun lalu itupun cuma beras," imbuh Prabowo.Prabowo menjamin Jakarta tidak akan kekurangan stok barang kebutuhan pokok. Dia menegaskan bahwa monitor harga barang dilakukan setiap hari, dengan pemantauan di 10 pasar seperti Pasar Induk, Kramat Jati, dan Cibubur."Ada 62 komoditi yang dilaporkan, di antaranya beras, cabai, daging, dan telur," tandas calon Wakil Gubernur DKI yang mendaftar ke PDIP ini.
(nik/nvt)











































