Abege Pembunuh PSK di Penjaringan Dibekuk Polisi
Kamis, 12 Okt 2006 20:29 WIB
Jakarta - Seorang abege terus menundukkan kepala, dan sedikitpun tak berani menengadah. Bahkan kedua telapak tangannya ditaruh menutupi wajah. Pemuda itu adalah pelaku pembunuhan pekerja seks komersial (PSK) bernama Warkem (23).Pemuda itu adalah Nanang Suhendi (17), yang merupakan anak penjual siomay. Dengan suara lirih dia menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan padanya.Nanang mengaku melakukan pembunuhan itu karena terpaksa. Usai menggunakan jasa Warkem, Nanang ketakutan karena Warkem mengancam akan berteriak jika pemuda itu tidak membayar lebih."Sebelum masuk kamar harganya Rp 40 ribu, tapi setelah di kamar dia minta jadi Rp 60 ribu, kalau tidak dituruti dia ngancam mau teriak," tutur Nanang di Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (12/10/2006).Remaja asal Majalengka, Jawa Barat ini mengaku kalau dia sudah 2 kali bermain ke Kompleks Prostitusi Royal, Penjaringan, Jakarta Utara. Pengalaman pertamanya 'bermain' ke daerah prostitusi ini karena diajak seseorang bernama Sukendar, yang ternyata telah sering berkeliaran di kompleks itu."Yang kedua ini saya datang sendiri. Perempuan itu saya bunuh karena mau teriak terus, dia saya bekap mukanya pakai bantal, saya cekik lehernya, dan saya sumpal mulutnya pake tang top," ujar Nanang pelan.Selepas memastikan Warkem tidak bernyawa, tanpa sempat disetubuhi, Nanang langsung ambil langkah seribu. "Pas mau kabur saya lihat ada dompet sama HP, sekalian saja saya bawa," ucapnya singkat.Uang senilai Rp 6 ribu dan HP Nokia tipe 8250 pun Nanang bawa kabur. Sebelum pergi ke Majalengka, Nanang sempat singgah di kontrakannya di daerah Pancoran, Tebet. "Di Majalengka kerja saya cuma main saja. Keluarga juga nggak ada yang tahu," urainya.Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Jejak Nanang akhirnya terendus. Rabu 11 Oktober pukul O7.00 WIB, pada saat masih tergolek di kamarnya, polisi menangkapnya."Kita melacak dia, melalu HP yang di bawa tersangka. Kebetulan no HP itu masih diaktifkan, ya akhirnya dengan bantuan teknologi pelacakan dia berhasil kita tangkap," ujar Kapolsek Penjaringan Kompol Tubagus Ade.Tak ada kesulitan saat tersangka dibekuk. "Dia tidak melawan, keluarga juga membantu mempermudah penangkapan," imbuh Ade.Menurut dia, Nanang membunuh karena kalap, sebab korban mengancam akan berteriak. "Ya motifnya dia panik," tandasnya.Warkem ditemukan tewas pada 24 September pukul 21.00 WIB, di Kompleks Prostitusi Royal. Mayat perempuan itu ditemukan dalam kondisi telanjang bulat dan mulut di sumpal tang top.
(ndr/nvt)











































