Provokasi Kartun Nabi Muhammad Harus Dilawan Dengan Cerdas
Kamis, 12 Okt 2006 16:05 WIB
Jakarta - Umat Islam harus melawan pelaku provokasi lomba karikatur Nabi Muhammad di Denmark dengan cerdas. Laporkan kasus ini ke Mahkamah Internasional (MI) atau boikot produk Denmark.Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin usai bertemu dengan Dubes Denmark Niels Erik Andersen di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Kamis (12/10/2006)."Kalau ada celah hukum adukan saja ke MI. Saya juga setuju ide pemboikotan produk Denmark, meski saya tidak menganjurkan," ujar Din.Din meminta umat Islam di Indonesia tidak terpancing lomba karikatur tersebut. Hal tersebut jangan direspons dengan aksi protes yang berlebihan. Sebab, bukan tidak mungkin lomba karikatur tersebut sengaja diadakan untuk memancing kemarahan umat Islam."Ini cobaan bagi umat Islam. Boleh tetap protes, tapi jangan berlebihan. Bisa jadi ini skenario untuk memancing kemarahan umat Islam," ujar Din. Din memahami perbedaan sistem RI dengan Denmark, sehingga karikatur semacam itu bisa menjadi sebuah perlombaan. Namun demikian, hal ini bukan berarti pemerintah Denmark bisa lepas tangan begitu saja. "Kami memahami perbedaan sistem. Di sana individu bebas melakukan ekspresi. Tapi kami menekankan negara tidak lepas dari tanggung jawab moral, meski PM Denmark bilang itu bukan sikap resmi rakyat Denmark," ujar Din.Sebelumnya, stasiun televisi Denmark menyiarkan rekaman video amatir yang memperlihatkan beberapa anggota muda partai anti-imigran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad. Berita penayangan lomba ini dilaporkan oleh harian lokal, Nyhedsavisen pada Jumat 6 Oktober.
(djo/asy)











































