Banyak Mudaratnya, Takbir Keliling Dilarang Sutiyoso
Kamis, 12 Okt 2006 15:30 WIB
Jakarta - Berkaca dari pengalaman yang lalu, takbiran keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri dinilai banyak mudaratnya, ketimbang manfaatnya. Masyarakat Jakarta pun diminta takbiran di masjid."Takbir keliling dilarang, karena pengalaman selama ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Jadi itu benar-benar mengganggu masyarakat. Lebih baik masyarakat melakukan takbiran di masjid," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Hal ini disampaikan dia usai rapat muspida plus untuk mengantisipasi lalu lintas, transportasi dan kamtibmas menjelang Lebaran di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (12/10/2006).Namun demikian bagi yang melanggar, menurut Sutiyoso, tidak akan terkena sanksi hukum."Saya serahkan ke walikota untuk melakukan sanksi. Tetapi sanksi hukum tidak ada, hanya berupa teguran," ujarnya.Menteri Agama Maftuh Basyuni pada 20 September 2006 juga menyampaikan hal yang sama. Menurut dia, takbiran sebaiknya dilakukan di masjid dan tidak dilakukan secara hura-hura.
(aan/sss)











































