Telepon DPR Ngadat, Faks Kuker ke Daerah Terbengkalai
Kamis, 12 Okt 2006 15:03 WIB
Jakarta -
Matinya telepon di Gedung Nusantara I DPR membuat repot anggota dewan dan stafnya. Meski dengan berat hati, handphone pribadi pun dijadikan alat komunikasi untuk dinas. Bahkan faksimili jadwal kunjungan kerja (kuker) ke daerah pun jadi terbengkalai.Wida, staf Komisi XI DPR mengatakan, dengan matinya saluran telepon akhirnya kegiatan faks dan telepon ke daerah terhenti. Padahal Komisi IX pada pertengahan November nanti akan melakukan kunjungan kerja ke daerah."Biasanya kami telah memberikan jadwal kunjungan itu melalui faks beberapa minggu sebelumnya. Tapi karena saluran telepon mati, akhirnya sampai saat ini tidak satupun faks yang dikirimkan," jelas Wida saat ditemui detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2006).Menurut dia, pihaknya akan terus menunggu sampai telepon hidup, karena kalau mengirim faks di luar biayanya sangat mahal. Sementara untuk keperluan dinas lainnya seperti menelepon ketua atau berhubungan dengan staf lainnya di gedung lain, dia menggunakan HP miliknya."Saya tidak hitung habis berapa meski tidak diganti. Lagi pula siapa yang mau ganti," kelakar Wida.Sementara anggota DPR asal FPPP Kurdi Moekri mengatakan, selama ini dirinya lebih sering menggunakan HP ketimbang telepon kantor. Namun dia mengaku cukup kerepotan ketika akan menghubungi telepon lokal dan anggota dewan di gedung lain.
(san/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































