Anggaran Pesawat Kepresidenan Maksimal US$ 9 Juta

Anggaran Pesawat Kepresidenan Maksimal US$ 9 Juta

- detikNews
Kamis, 12 Okt 2006 12:48 WIB
Jakarta - Pemerintah menganggarkan 8-9 juta dolar AS untuk menyewa pesawat kepresidenan. Pesawat itu rencananya akan disewa dari pesawat sewaan Garuda dan Pelita Air Service."Setelah kita kaji, kemungkinan BUMN akan menyewa pesawat, kemudian pemerintah menyewa pesawat itu dari BUMN," ujar Mensesneg Yusril Ihza Mahendra usai rapat dengan Pansus RUU Dewan Pertimbangan dan Penasihat Presiden di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2006).Untuk menyewa pesawat itu, pemerintah sudah mempersiapkan anggaran sekitar 8-9 juta dolar AS. Angka itu jauh lebih murah dibandingkan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 150 miliar per tahun."Bahkan kemungkinan angka itu diprediksi meningkat menjadi Rp 170-180 miliar per tahun," dia.Pesawat itu nantinya hanya diperuntukkan bagi perjalanan presiden dan wapres dengan masa sewa selama 600 jam per tahun. "Jadi tidak akan dipakai kecuali untuk presiden dan wapres, ini membuat jarak perjalanan menjadi lebih efektif," katanya.Dia juga mengemukakan selama ini pemerintah menyewa kepada Garuda. Akibatnya perjalanan presiden dan wapres kerap kali mengganggu jadwal penerbangan Garuda."Jumlah pesawat terbatas, kru juga terbatas, sehingga kalau pesawat disewa, misalnya ke Korea, beberapa kali jadwal harus ditunda karena pesawat. Hal ini telah memperburuk citra Garuda di mata konsumennya," tutur Yusril. (umi/sss)


Berita Terkait