Wasekjen DPR Dimintai Dana oleh 'Persatuan Wartawan Bodrek'
Kamis, 12 Okt 2006 12:37 WIB
Jakarta - Berbagai cara digunakan wartawan gadungan alias bodrek di DPR untuk mengais rezeki. Gagal dengan cara perorangan, cara 'resmi' mereka gunakan. Mereka mengajukan permohonan bantuan atas nama organisasi dengan dalih untuk anak yatim.Cara ini cukup berhasil, setidaknya Wasekjen DPR I Gusti Ayu Darsini mengaku menyisihkan sebagian dana untuk menyumbang kepada organisasi wartawan yang tidak jelas tersebut."Saya tidak tahu apakah asosiasi itu benar-benar resmi atau tidak. Yang jelas mereka mengajukan kepada saya, ada kop suratnya juga. Bahkan mereka memberikan suvenir balasan sebagai tanda terima kasih. Saya pikir mereka sudah terorganisir," tutur Darsini.Hal ini diungkapkan dia ketika ditemui detikcom di Gedung Setjen DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2006).Namun Darsini enggan menyebutkan apa nama organisasi wartawan tersebut. Dia hanya menunjukkan logo di kop surat dan suvenir yang diberikan oleh organisasi tersebut. Suvenir itu berupa jam meja yang juga berfungsi sebagai tempat pulpen."Tapi saya ikhlas kok. Sekitar minggu lalu mereka mengajukan lewat surat. Itu kan kegiatan sosial. Setiap bulan saya memang ada anggaraan untuk kegiatan sosial," imbuhnya.Mengenai sweeping terhadap wartawan bodrek yang dilakukan petugas pamdal DPR, Darsini mengaku tidak mengetahui. Dia juga belum menerima laporan langsung dari anggota DPR perihal adanya oknum wartawan yang meminta THR."Memang selama ini ada orang-orang yang datang sekadar meminta uang. Tapi mereka tidak mengatasnamakan media," kata Darsini.Orang-orang itu datang meminta sumbangan karena untuk masuk ke gedung parlemen bukan perkara sulit. Dampak negatifnya jelas ada. "Bulan lalu saja ada laptop milik anggota DPR yang hilang," tukasnya.
(bal/nrl)











































