Keluarga Korban Bom Bali I Pertanyakan Eksekusi Amrozi Cs

Keluarga Korban Bom Bali I Pertanyakan Eksekusi Amrozi Cs

- detikNews
Kamis, 12 Okt 2006 11:03 WIB
Jimbaran - I Nyoman Rencini, janda Ketut Sumerawat, korban tewas bom Bali I, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewa atas sikap pemerintah yang belum juga mengeksekusi Amrozi cs. "Kenapa sih tidak dieksekusi?" tanyanya.Rencini menyampaikan kekecewaanya di sela peringatan 4 tahun tragedi bom Bali I yang digelar di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, Kamis (12/10/2006).Belum adanya kepastian waktu eksekusi Amrozi cs membuat perasaannya selalu tidak enak. "Kesal, kenapa sih tidak dieksekusi juga," tanyanya.Karena itu, setiap tanggal 12 Oktober, sejak 4 tahun lalu, selalu menjadi mimpi buruk bagi Rencini. Bayangan suaminya meregang nyawa akibat bom Amrozi cs selalu menyambanginya."Kenapa sudah 4 tahun belum juga ada keputusan. Semestinya lebih cepat dieksekusi supaya tidak berakar. Kalau pakarnya sudah dieksekusi, anak buahnya pasti melemah," cetusnya.Dia khawatir jika Amrozi cs tidak segera dieksekusi akan banyak rakyat kecil yang menderita lagi. Sebab korban ledakan bom sering kali adalah rakyat kecil."Sampai sekarang kita masih trauma ke tempat-tempat ramai, takut. Saya minta kalau bisa cepat-cepat dia dieksekusi. Itu tragedi yang tidak bisa dilupakan, seperti peringatan ini, saya terkenang kembali," tutur Rencini.Meski kerap disergap kesedihan, Rencini berusaha menghilangkannya dengan bekerja lebih keras untuk menghidupi tiga buah hatinya."Bagaimana pun saya masih punya tanggung jawab meski hidup mulai dari nol, susah sekali. Dulu saya bekerja bersama suami, sekarang saya bekerja sendiri untuk menanggung 3 anak," kata Rencini yang kini membuka toko kelontong.Dia lalu menuturkan, suaminya yang bekerja sebagai sopir sebuah restoran, saat kejadian berada di Sari Club karena mengantar rombongan turis. Hingga kini Rencini mengaku tidak pernah melihat kepala suaminya yang terputus akibat ledakan bom Amrozi cs.Kesedihan juga terlihat di wajah Spike Stewart, ayah Anthony Stewart, warga Australia yang tewas di Sari Club. "Saya mengingat segalanya tentang dia. Bagaimana saya bisa melupakannya, itu sangat menyedihkan. Saya tidak bisa bicara lagi," tutur Stewart dengan mata berkaca-kaca.Tidak hanya Rencini dan Stewart saja yang pilu, Ketut Jantri, istri Ketut Jentra yang meninggal akibat ledakan bom di Kafe Paddy's juga harus menanggung beban akibat ulah Amrozi cs. Dia juga kini harus menafkahi 2 anaknya.Bersama janda korban bom Bali I lainnya, Jantri bergabung dalam Yayasan Adopta. Di yayasan ini, mereka bekerja membuat t-shirt, topi, dan kerajinan tangan lainnya."Biasanya kami mendapat pesanan dari Australia. Penghasilannya ya tergantung orderan, kalau banyak kita dapat banyak. Kalau sedikit ya sedikit," tuturnya. (umi/sss)


Berita Terkait