Isak Tangis Warnai Peringatan Tragedi Bom Bali I
Kamis, 12 Okt 2006 09:43 WIB
Denpasar - Peringatan tragedi bom Bali I di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran diwarnai isak tangis keluarga korban. Acara yang dihadiri ratusan orang ini menjadi ajang mengenang orang-orang yang tewas akibat bom pada 4 tahun silam. Acara peringatan yang dimulai pukul 07.45 Wita ini diawali lantunan lagu Indonesia Raya. Setelah Indonesia Raya berkumandang, lagu kebangsaan Australia pun diperdengarkan Tampak hadir dalam acara ini perwakilan dubes dan Konsulat negara-negara yang warganya menjadi korban, antara lain Perancis, Brazil, Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, dan Swis.Acara yang selesai sekitar 1 jam ini juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh salah satu anak korban bom bali I, Alief (8). Putra Imawan Sardjono ini membawakan puisi yang berjudul 'Ayahku Telah Tiada'."Empat tahun lalu ketika usiaku 4 tahun, adikku 3 tahun, waktu itu aku masih kecil. Tapi ayahku telah pergi. Sekarang kemana aku cari, hanya pusara yang aku temui. Aku rindu tiap hari. bertemu ayah yang telah pergi," begitu Alief membacakan puisinya. Dalam Sambutanya, Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer mengutuk keras aksi terorisme yang menewaskan orang-orang tidak berdosa."Kita tidak akan membiarkan teroris menyebarluaskan kekacauan, keputusasaan untuk memisahkan masyarakat. Mereka (teroris) benar-benar telah gagal dan tidak akan berhasil," kata Farmer. Usai sambutan Farmer acara dilanjutkan dengan pertunjukan lantunan isntrumen biola. Dawai biola yang digesekkan ini membangkitkan suasana haru. Keluarga korban yang hadir pun tak kuasa lagi menahan kesedihan yang mereka tahan.
(yid/ary)











































