Wapres: Jangan Perlakukan Indonesia Seperti Hotel
Kamis, 12 Okt 2006 00:03 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada pengusaha Tionghoa Indonesia untuk tidak memperlakukan Indonesia sebagai hotel. Ketika menemui kesulitan, mereka langsung hengkang ke luar negeri."Negeri ini milik kita, jadi jangan anggap seperti hotel, kalau tidak nyaman langsung ditinggalkan dan pindah ke Singapura atau Hong Kong," ujar wapres pada acara temu muka dengan pengusaha Tionghoa di studio Metro TV Jalan Kedoya Jakarta Barat Kamis (11/10/2006).Menurut Wapres, pengusaha Tionghoa harus menganggap Indonesia sebagai rumah sendiri. Bila mengalami kerusakan maka harus diperbaiki, jangan meninggalkan dan mengalihkan investasi ke luar negeri.Ditambahkan wapres saat ini kondisi sosial ekonomi di Indonesia sudah lebih baik dibanding masa krisis. Namun diakuinya, tingkat kepercayaan investor masih rendah.Oleh karena itu, Wapres berharap pengusaha Tionghoa ikut membantu memulihkan kepercayaan. Pemulihan kepercayaan itu tergantung pada para pengusaha itu secara nasional.Pada kesempatan itu Wapres kembali menegaskan pemerintah tidak pernah melakukan diskriminasi kepada warga keturunan Tionghoa. "Justru orang pribumi yang merasa didiskriminasi, kalau bicara soal kucuran kredit sebagian besar justru diserap oleh para pengusaha Tionghoa," tandas Wapres.
(nik/ary)











































