Pilkada Kampar, Jago Golkar Menang

Pilkada Kampar, Jago Golkar Menang

- detikNews
Rabu, 11 Okt 2006 22:54 WIB
Kampar - Hasil perhitungan versi Desk Pilkada Kampar, akhirnya jago Golkar dan PKS Burhanuddin berpasangan dengan Teguh unggul mutlak. Pasangan ini mengalahkan jago PDI dan PAN yakni Jefry Noer bupati Kampar yang kontroversial.Setelah penghitungan hari kedua, 17 panitia penyelenggara kecamatan (PPK) menyerahkan berkas penghitungan suara kepada KPUD Kampar. Hingga penghitungan suara Rabu, (11/10/2006) data yang diterima detikcom, diketahui sudah terkumpul sebanyak 260.432 suara atau setara dengan 99,8 persen dari total suara yang ada.Dari jumlah itu pasangan Burhanudin mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau memperolah suara 108.862 suara atau 41.80 persen. Disusul kandidat Jefry Noer berpasangan dengan Ketua DPRD Kampar, Masnur meraih suara 95.432 atau setara 36,55 persen. Posisi ketiga ditempati jago PPP yakni Azis dan Rasyad yang memperoleh 56.362 atau 21,64 persen."Meski hasil penghitungan cepat ini telah menunjukan siapa pemenangnya, namun keputusan terakhir tentunya menunggu hasil rapat pleno seluruh anggota KPUD Kampar," kata anggota KPUD Kampar Noprizal kepada detikcom.Menurut Noprizal paling lambat penghitungan suara secara menyeluruh akan dilakukan pada akhir pekan ini. Sebab, masih ada tiga kecamatan dari 20 kecamatan yang belum menyerahkan hasil pleno penghitungan suaranya. "Sedangkan 17 kecamatan lainnya sudah menyerahkan hasil pleno penghitungan suaranya. Kita tinggal menunggu tiga kecamatan lainnya," jelasnya.Seperti diprediksi sebelumnya, Jefry Noer bupati Kampar ini akan keok melawan jago Golkar yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Riau, Rusli Zainal selaku Ketua DPD Golkar Riau. Perjalanan politik Jefry Noer memang "hitam". Maklumlah sekitar 2 tahun yang silam, masyarakat Kampar berdemo besar-besaran untuk menurunkan Jefry Noer dalam kasus penghinaan terhadap guru. Jefry dituding juga sebagai kepala daerah yang otoriter. Perjuangan masyarakat Kampar untuk menggulingkan Jefry memang berhasil. Desakan warga bersama politikus di Riau, akhirnya Mendagri menon-aktifikannya lebih dari setahun masa jabatan sebagai bupati. Masa kekosongan itu, akhirnya di jabat Gubernur Riau merangkap Bupati Kampar.Perang politik antara Jefry dan Gubernur Riau, Rusli Zainal terus bergulir. Ketika Mendagri mengaktifkan kembali masa jabatan bupati, Jefry pun mulai memeriksa keuangan daerah selama dia tinggalkan. Rupanya, diduga ada Rp 45 miliar dana APBD Kampar menguap ke lembaga tinggi negara.Hasilnya audit diketahui, banyak keuangan kas daerah diterima lembaga tinggi negara yang sebenarnya tidak berhak menerimanya. Lantas, Sekda Kampar Zulher, yang merupakan orang titipan Gubernur Riau, menjadi tersangka dalam kasus menguapnya dana APBD Kampar Rp45 miliar. Sampai kini Zulher pun mendekam dalam penjara. Banyak pihak menuding semestinya yang paling bertanggungjawab dalam raibnya dana APBD Kampar itu tentulah Rusli Zainal. Tapi berhubung Rusli masih berkuasa, ternyata hukum tidak mampu menyentuhnya. Maka Zulher mantan Sekda Kampar pun menjadi tumbal dalam pergolakan politik Rusli dan Jefry. (cha/ary)


Berita Terkait