Lebaran, Wong Palembang Tetap Nikmati Kekeringan dan Asap
Rabu, 11 Okt 2006 20:40 WIB
Palembang - Tampaknya masyarakat Palembang masih harus berpanas dan berkabut ria dalam merayakan Lebaran tahun ini. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Palembang memperkirakan hujan akan mulai mengguyur Palembang dan sekitarnya pada akhir Oktober mendatang. Pergantian musim kemarau ke musim hujan alias masa pancaroba akan ditandai dengan hembusan angin puting beliung. Rentang waktu sampai hujan nanti, dipastikan asap masih terus membayangi Palembang dan sekitarnya. Itu akan terjadi jika masih terjadi aksi bakar-bakar di lahan atau hutan. Berdasarkan informasi, warga yang sampai saat ini masih melakukan pembakaran gambut di daerah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Muaraenim. Inilah yang menyebabkan asap muncul lagi dan cukup mengganggu pernapasan. "Semalam jarak pandang hanya 600 meter, dua hari sebelumnya jarak pandang agak membaik setelah ada bom NaCl dari udara. Tetapi, sekarang tidak adalagi bom NaCl, jadi asap kembali mengepul," jelas Kepala Seksi Observasi Informasi BMG Palembang Muhammad Irdam, kepada pers (11/10/2006).Pembakaran yang terjadi di arah Musi Banyuasin akan mengarah ke Jambi. "Kemudian angin bertiup dari Tenggara, sehingga asap yang dikeluarkan gambut itu masuk Palembang dan sekitarnya, itu tetap terus berlangsung sebelum ada hujan yang deras," jelasnya.Kenapa demikian? Menurut Irdam, kendati ada penyiraman di atas gambut, namun di dalam semak gambut tetap ada apinya. Nah, ketika musim penghujan tiba nantinya, akan ditandai dengan angin puting beliung. "Angin itu tidak lama, paling sekitar lima menit," jelasnya.Sekarang hujan agak sulit karena suhu udara naik plus 1, biasanya 26-27 derajat Celcius, sekarang 27-28 derajat Celcius. Nah, pembentukan uap air tergolong sulit. Kondisi di Palembang berbeda dengan di Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. "Di Medan dan Aceh sekarang hujan, karena Medan dan Aceh mendapatkan angin dari barat yang sebelumnya belokan dari tenggara. Kalau udara kita ini clean (bersih), tetapi yang muncul sekarang bukan karena awan melainkan ditutupi asap saja," urainya.
(tw/ary)











































