Menhub: Pesawat Kepresidenan Disewa ke Garuda & Pelita
Rabu, 11 Okt 2006 14:40 WIB
Jakarta -
Rencana pembelian atau penyewaan pesawat kepresidenan masih dibahas dengan DPR. Namun Menhub Hatta Rajasa memastikan pemerintah akan menggunakan pesawat Garuda Boeing 737-500 dan Pelita VVIP Airbus 319 dengan sistem sewa untuk angkutan RI-1 dan RI-2. "Jadi waktu itu sudah dibicarakan dengan Pak Yusril (Mensesneg Yusril Ihza Mahendra) dengan status menyewa dari Pelita, dan urusan Pelita mau beli atau sewa, itu urusan Pelita. Intinya kita bisa menghemat," tandas Hatta usai melaporkan progres angkutan Lebaran di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (11/10/2006).Dengan menyewa, kata Hatta, pemerintah bisa menghemat anggaran hingga 30 persen. Namun waktu penggunaan pesawat itu masih dibicarakan antara Setneg dengan anggota Komisi II DPR.Dari informasi yag diperoleh detikcom, dengan sistem sewa pemerintah harus mengeluarkan 11,6 juta dolar AS per tahun. Namun jika yang digunakan sistem sewa beli, biaya yang dikeluarkan 10,2 juta dolar AS per tahun.Ditambahkan Hatta, Dephub sudah sejak lama meminta agar presiden dan wapres tidak lagi menggunakan pesawat tua karena beberapa kali mendapat hambatan. "Negara sebesar ini masa presidennya menggunakan pesawat tua," seloroh Hatta.Saat ini Komisi II DPR tengah membahas rencana penyewaan/pembelian pesawat kepresidenan. Pembahasan ditargetkan selesai Kamis 12 Oktober. Dalam APBN, biaya operasional perawatan dan carter pesawat kepresidenan tercatat Rp 50 miliar per tahun. Sedangkan untuk kegiatan wapres dianggarkan Rp 25 miliar.Rencana pembelian atau penyewaan pesawat ini dikemukakan Wapres Jusuf Kalla setelah pesawat yang ditumpanginya, Fokker 28 TNI AU, mengalami kerusakan kaca cokpit pada Juni 2006.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































