Fahira Fahmi Idris Bantah Bisnis Parsel Dompleng Ortu
Rabu, 11 Okt 2006 12:32 WIB
Jakarta - Pernyataan Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro soal bisnis parsel dadakan anak pejabat benar-benar menyengat Fahira Fahmi Idris. Dia menolak mentah-mentah anggapan itu.Fahira yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Parsel Indonesia (APPI), tidak terima Ismed mengatakan banyak pengusaha parsel yang mendompleng ketenaran orangtuanya yang pejabat."Pada kenyataannya 95 persen anggota asosiasi adalah pedagang kecil," ujar Fahira dalam SMS-nya yang diterima detikcom di Jakarta, Rabu (11/10/2006).Secara pribadi, dia juga menyatakan, dirinya memulai usaha parsel sejak tahun 1988, jauh sebelum ayahnya, Fahmi Idris, menjadi pejabat pemerintah. "Bukan dadakan, ini jauh sebelum Bapak menjadi pejabat. Sebuah majalah menyebut saya termasuk anak menteri yang terbebas dari daftar anak pejabat yang bisnisnya karena KKN," kilahnya.Demo yang dilakukan APPI, imbuhnya, merupakan upaya untuk memberdayakan perekonomian usaha kecil dan menengah. "Kami berjuang bukan untuk kepentingan anak pejabat, tapi untuk membela puluhan ribu anak kecil. 1000 Persen kami dukung KPK memberantas korupsi," tegasnya.Selanjutnya, APPI berharap KPK mengubah kata-kata parsel menjadi pemberian kepada pejabat. "Dan kami akan berjuang ke DPR agar jelas memberi batasan maksimum yang boleh diberikan kepada pejabat negara dan agar rantai UKM tidak mati," katanya.Sekadar diketahui, usai bertemu KPK Senin 10 Oktober, Ismed mengatakan, penjualan parsel yang dilakukan anak-anak pejabat umumnya ditujukan kepada para kolega ayahnya, yakni pejabat-pejabat lain ataupun para pengusaha yang mencoba mendekati ayah mereka. Akibatnya, parsel yang nilainya puluhan juta rupiah ini menjadi pintu masuk praktik kolusi dan korupsi.
(umi/nrl)











































