Telepon DPR Masih Ngadat, Pulsa Staf Bengkak
Rabu, 11 Okt 2006 11:30 WIB
Jakarta - Sejak Senin 9 Oktober telepon di Gedung Nusantara I DPR mati. Kinerja staf DPR pun terganggu. Mereka terpaksa merogoh kocek untuk membeli pulsa guna memperlancar tugasnya.Pantauan detikcom, Rabu (11/10/2006), jaringan telepon di lantai 9 hingga 14 Gedung Nusantara I belum aktif. Di gedung inilah ratusan wakil rakyat berkantor. Nah, telepon yang mati ini menuai keluhan dari sejumlah staf anggota DPR. "Dalam 2 hari ini sudah habis Rp 200 ribu, pake telepon pribadi. Kinerja kami jadi terhambat padahal kami harus menghubungi mitra kerja anggota dewan, administrasi anggota, dan lainnya," keluh Ayu, staf anggota DPR dari FPG, Happy Bone Zulkarnaen."Malahan ada teman yang pulsanya habis sampai Rp 500 ribu karena harus menghubungi konstituen di daerah," lanjutnya.Keluhan yang sama juga dilontarkan Putu, staf anggota DPR dari FPG, Gede Sunarjaya."Sampai sekarang masih mati, sudah 3 hari kita tidak bisa ngubungin siapa-siapa. Sampai kini belum ada pemberitahuan kapan telepon akan aktif lagi," kata Putu yang pulsanya bengkak hingga Rp 300 ribu.Gangguan instalasi telepon ini telah diberitahukan kepada seluruh anggota DPR dan staf lewat surat edaran Sekjen nomor TU.003/8197/INST/DPR-RI/2006 tertanggal 10 Oktober.Telepon mati lantaran sentral telepon PABX Gedung Nusantara I mengalamai gangguan teknis. "Kami berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya," kata Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Subijanto Sudardjo dalam surat itu.Surat ditembuskan kepada Sekjen DPR dan Deputi Bidang Administrasi.
(aan/nrl)











































