Abdul Rahman Saleh Dulu Tolak Hukuman Mati
Rabu, 11 Okt 2006 06:00 WIB
Jakarta - Tak disangka, Abdul Rahman Saleh sewaktu masih aktivis di LBH Jakarta era 1980-an giat menolak hukuman mati. Sekarang, eksekusi hukuman mati diperintahkan Arman selaku Jaksa Agung."Aliansi Hapus Hukuman Mati (HATI) ini dulu Abdul Rahman Saleh yang bikin. Waktu dia jadi aktivis LBH tahun 80-an," ungkap Koordinator Kontras Usman Hamid dalam perbincangan dengan detikcom di sela-sela Peringatan Hari Anti Hukuman Mati di pelataran parkir Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Selasa (10/10/2006). Sekarang Arman bukan saja tidak menolak hukuman mati, dia malah merupakan pejabat yang berwenang mengeluarkan perintah eksekusi. "Sekarang malah dia yang memerintahkan eksekusi hukuman mati," ujar Usman sambil tersenyum sinis.Menurut Usman, terdapat beberapa hal yang membuat hukuman mati seharusnya tidak dipakai lagi oleh pemerintah melalui Jaksa Agung. "Pertama, bertentangan dengan UUD yang melindungi hak hidup. Bahkan UUD menyatakan tak bisa dikurangi dengan apapun. Kedua, hukuman mati tak memberikan kesempatan bagi orang untuk memperbaiki kesalahannya," terang Usman.Selain itu, Usman juga mengungkapkan adanya kasus terpidana mati yang tidak bersalah namun terlanjur dieksekusi. "Bagaimana itu cara merehabilitasinya? Kan yang dieksekusi sudah mati?," tanya Usman.Peringatan Hari Anti Hukuman Mati yang digelar di TIM ini sudah keempat kalinya dilakukan oleh HATI ini. Dulunya diperingati dengan sangat sederhana, namun kali ini diadakan di ruang terbuka agar diketahui luas oleh publik. "Sekarang situasinya mendesak untuk disuarakan lebih luas. Kemarin Tibo cs dieksekusi, sebentar lagi Amrozi cs," ujar juru bicara HATI Nining Nurhaya di tempat yang sama.
(aba/aba)











































