Menhan Bantah Sebut Partai Islam Disusupi Kelompok Radikal

Menhan Bantah Sebut Partai Islam Disusupi Kelompok Radikal

- detikNews
Selasa, 10 Okt 2006 16:46 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono membantah dirinya menuding partai-partai Islam disusupi kelompok radikal. Justru dia mengatakan partai-partai itu sulit disusupi.Demikian rilis Juwono Sudarsono yang diterima wartawan di kantor Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/10/2006).Rilis Juwono ini untuk menanggapi tudingan sejumlah kalangan, termasuk aksi demo yang dilakukan Front Pembela Islam kemarin. Mereka menyayangkan pernyataan Juwono yang mengatakan banyak partai-partai Islam telah disusupi kelompok radikal.Juwono menegaskan bahwa hal itu tidak benar. Sebenarnya dalam ceramahnya di Freedom Institute, Jl Irian, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2006) lalu tidak pernah mengatakan hal tersebut.Menurut Juwono, dalam ceramahnya itu, dirinya menguraikan perbandingan gerakan teror yang dilakukan oleh gerakan komunisme yang dilakukan di Asia Tenggara pada tahun 1060-an. Saat itu kaum komunis berpendapat partai-partai nasionalis, seperti PNI, Partindo dan Murba sebagai gerakan yang kurang revolusioner, borjuis kapitalis.Oleh sebab itu mereka memusuhi partai-partai tersebut. Demikian pula dengan para pelaku bom Bali I dan II, yang memandang partai-partai Islam seperti PKS, PBB dan PBR dinilai kurang Islam, karena menjadi bagian sistem politik yang tidak Islami dan dikotori gaya hidup kapitalis.Namun partai-partai Islam maupun partai yang berbasis muslim seperti PKB dan PAN ini telah menerima 4 konsensus dasar kenegaraan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Karena itu semua, partai-partai tersebut tidak bisa disusupi ideologi teror, meski memakai kedok Islam. (zal/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait