Asap Datang, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan

Asap Datang, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan

- detikNews
Selasa, 10 Okt 2006 16:33 WIB
Pekanbaru - Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Riau, meliburkan seluruh sekolah lebih awal dari jadwal sebelumnya. Libur sekolah ini terpaksa dilakukan karena tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Pelalawan. "Kabut asap dari aktivitas kebakaran lahan dan hutan itu, sudah mengganggu kesehatan untuk para siswa. Atas pertimbangan ini, pemerintah daerah mengambil langkah meliburkan para murid dari SD sampai SLTA," kata Kabag Humas Pemkab Pelalawan, Nasri Fisda E, pada detikcom, Selasa (10/10/2006). Dia menjelaskan, seharusnya libur sekolah baru dimulai pada 14 Oktober 2006 atau sepekan menjelang lebaran. Namun karena kondisi udara yang sudah tidak sehat lagi, pemerintah meliburkan para siswanya sejak 7 Oktober 2006 lalu. "Langkah ini kita ambil sebagai bentuk menghindari berbagai kemungkinan terburuk atas kabut asap yang masih menyelimuti wilayah di Pelalawan. Libur lebih awal ini berlaku bagi seluruh sekolah yang ada di Pelalawan. Para siswa diperkirakan masuk kembali pada awal November," kata Nasri. Kabut asap yang masih pekat itu terjadi karena sudah tiga pekan hujan tak turun. Kondisi udara yang tidak sehat ini membuat Pemda membagikan 8.000 masker kepada warga. Masker ini terutama diberikan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah. "Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker demi kesehatan. Hal itu penting, karena partikel debu dari aktivitas pembakaran lahan sangat berbahaya untuk kesehatan," kata Nasri. Sedangkan Wakil Kepala Sekolah SMU 1 Pangkalan Kerinci, Ibukota Pelalawan, Nuraida, kepada detikcom, mengatakan, pihaknya mendukung langkah Pemkab yang meliburkan para siswa. Karena selama ini para muridnya selalu mengeluh kabut asap membuat mata mereka pedih saat proses belajar mengajar. "Selama ini para siswa kita selalu mengeluh sesak nafas serta asap telah memedihkan mata mereka selama di ruangan belajar. Kendati demikian, belum ada siswa kita yang dirawat di rumah sakit. Tapi, sebagian keluarga mereka banyak terserang ISPA," kata Nuraida. (cha/nrl)


Berita Terkait