Penumpang Bus VIP Bandara yang Telat Tidak Diberi Kompensasi
Selasa, 10 Okt 2006 16:24 WIB
Jakarta -
Time is money. Itulah kiasan yang tepat bagi penumpang bus VIP Bandara Cengkareng-Bandung. Sebab jika telat berangkat, penumpang tidak akan mendapat kompensasi apa pun dari pemerintah."Tidak ada kompensasi. Pemerintah tidak akan memberi kompensasi karena itu urusan swasta pemerintah tidak bisa ikut campur," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa di sela-sela sidak di Stasiun KA Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2006).Menurut dia, penumpang harus bisa mempertimbangkan sendiri kapan harus berangkat sehingga tidak ketinggalan penerbangan.Swasta bisa diimbau memberikan kompensasi? "Pemerintah tidak bisa seperti itu. Itu pure swasta," cetusnya.Dirut PT Prima Jasa Perdana Raya Utama Amir Mahmud menyampaikan hal yang sama. "Belum ada kompensasi, masih diupayakan ke sana," katanya.Menurut dia, bus VIP tidak bisa menghindari kemacetan. Namun demikian, bus VIP memiliki teknologi global positioning system (GPS) yang dapat memprediksi ada kemacetan atau tidak."Intinya teknologi ini hanya sekadar memberitahukan kepada penumpang," ujarnya.Perlu dibuat jalur khusus tidak? "Belum ada rencana ke sana. Tetapi ini kan masih dalam uji coba. Kita jalani dulu," kata Amir.Dephub dan PT Prima Jasa Perdana Raya Utama sebagai pelaksana menyiapkan bus VIP pemadu moda dari Soekarno-Hatta ke Bandung pulang pergi (PP).Pengoperasian pertama bus bertarif Rp 60 ribu ini dimulai Rabu 11 September 2006 pukul 02.00 WIB untuk mengejar penerbangan pesawat pukul 05.00 WIB.Bus eksekutif itu siap mengantar penumpangnya setiap 1 jam sekali. PO Prima Jasa, selaku operator, telah menyediakan 10 unit bus.
(aan/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































