MoU Pembelian 32 Panser Diteken
Selasa, 10 Okt 2006 16:11 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan (Dephan) dan Renault Truck Defence Prancis menandatangani MoU pembelian 32 panser VAB untuk pasukan TNI ke Libanon. Perjanjian itu senilai Rp 287 miliar.Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) ini dilakukan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda TNI Slamet Prihatino dengan Direktur Sales Regional Renault Truck Defence Donald Hugh Marks di kantor Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/10/2006).Penandatangan ini dilakukan setelah ada kesepakatan harga yang final. Harga terakhir yang disetujui, yaitu untuk panser armored personnel carrier (APC) atau panser pengangkut personel seharga 546 ribu euro per unit.Sementara panser komando seharga 549 ribu euro per unit dan panser ambulans seharga 498 ribu euro per unit. 32 Panser ini terdiri dari 2 unit panser komando, 6 unit panser ambulans dan 24 panser APC, dengan nilai Rp 287 miliar."Itu hasil negosiasi terakhir. Dengan harga itu semua keinginan kita terpenuhi, meskipun harganya murah," kata Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin dalam jumpa persnya usai penandatanganan tersebut.Menurut Sjafrie, panser itu akan langsung dikirim dari Pracis ke Libanon akhir Oktober 2006 dan selesai pada Desember 2006. Sjafrie menolak adanya anggapan telah terjadi mark up harga karena harga 32 panser yang telah disepakati ternyata bila dikurskan dalam rupiah hanya senilai Rp 205 miliar. Sjafrie mengatakan, sisa uang itu akan digunakan untuk melengkapi integrated logistic support (ILS) 14 panser VAB yang sudah dimiliki TNI. "Dengan dana Rp 287 miliar tersebut, kita dapat tambahan-tambahan lain untuk memaksimalkan dan melengkapi 14 panser VAB yang telah kita miliki," katanya.
(zal/nrl)











































