26 Juta WNI Alami Gangguan Jiwa

26 Juta WNI Alami Gangguan Jiwa

- detikNews
Selasa, 10 Okt 2006 13:42 WIB
Jakarta - Mengejutkan! Data WHO 2006 mengungkapkan 26 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Panik dan cemas adalah gejala paling ringan."Kira-kira 12-16 persen atau 26 juta dari total populasi mengalami gejala-gejala gangguan jiwa," kata perwakilan WHO untuk Indonesia Albert Maramis dalam diskusi menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Fakultas Kedokteran UI, Jl Salemba, Jakarta, Selasa (10/10/2006).Menurut Albert, gangguan jiwa dalam tingkat ringan dan tidak perlu perawatan khusus antara lain panik, cemas, dan depresi. Selain itu ada juga penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA), penggunaan alkohol dan rokok, dan kepikunan. Dalam tahap berat ada alzheimer, epilepsi, dan schizophrenia.Albert mengatakan, dari total populasi, sekitar 13,2 juta orang mengalami depresi. Dia juga menambahkan, angka bunuh diri akibat penyakit jiwa di Indonesia mencapai 1.600-1.800 orang setiap 100.000 penduduk."Data-data yang ini belum menjadi data nasional karena kita belum punya sistem informasi yang baik," jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Depkes Pandu Setiawan menambahkan negara rugi besar akibat penyakit gangguan jiwa."Pada 1997, negara mengalami kerugian Rp 31 triliun dalam satu tahun karena hilangnya masa produktivitas dari rakyatnya yang mengalami gangguan jiwa," tuturnya.Jumlah penderita gangguan jiwa diduga meningkat pada 2006. Sayangnya, Depkes belum memiliki sistem informasi terpadu untuk menghitung secara pasti jumlah penderita gangguan jiwa tersebut. (fay/nrl)


Berita Terkait