Selang Bocor Penyebab Mobil Alkom Polri Terbakar

Selang Bocor Penyebab Mobil Alkom Polri Terbakar

- detikNews
Selasa, 10 Okt 2006 12:52 WIB
Jakarta - Penyebab terbakarnya mobil alat komunikasi (alkom) di Mabes Polri diduga akibat kebocoran pada selang BBM (solar) genset. Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) masih menyelidikinya.Sayangnya, belum ada pihak yang berwenang yang mau memberikan komentar kejadian terbakarnya mobil alkom di samping gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2006) tersebut.Namun sejumlah sumber yang ditemui detikcom di lokasi kejadian menduga terjadi kebocoran selang dari tangki penyimpanan solar menuju mesin genset. Kebocoran ini mengakibatkan percikapan api yang menyebabkan kebakaran.Saat ini tim Puslabfor Mabes Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pastinya. Menurut sejumlah sumber, masalah genset di mobil tersebut sudah sering dikeluhkan oleh para awaknya sejak lama.Setiap kali dioperasikan, untuk menghidupkan genset di dalam mobil tersebut harus dipancing dengan menggunakan aki lain. "Mobil ini punya penyakit," kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.Sumber tersebut juga memperkirakan kerugian akibat kebakaran bagian belakang mobil alkom itu mencapai Rp 100 juta, sedangkan harga total satu unit mobil bersama alkomnya bernilai Rp 2 miliar. "Kalau tidak ada kerusakan pada alat komunikasi, maka besarnya Rp 100 juta untuk mengganti genset. Kalau alat komunikasinya ikut terbakar ya seharga semuanya. Tapi jumlah pastinya belum diketahui," kata sumber itu lagi. Mobil alkom yang terbakar ini terakhir digunakan pada tahun 2004. Mobil ini rencananya akan siap dikirim ke Pelabuhan Merak untuk pengawasan dalam Operasi Ketupat mendatang. Sebenarnya Mabes Polri memiliki 4 unit mobil alkom yang diawaki oleh empat tim. Keempat mobil ini terdiri dari 2 mobil ukuran besar, yaitu Isuzu Elf dan 2 mobil ukuran sedang, Isuzu D-Max.Tiga mobil alkom lainnya rencananya juga akan ditugaskan dalam Operasi Ketupat. Masing-masing akan memantau arus mudik di Nagrek (Subang/Jawa Barat), Cikampek (Karawang/Jawa Barat) dan Comal (Pemalang/Jawa Tengah). (zal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads