Malaysia Desak Indonesia Bertindak Cepat Atasi Kabut Asap

Malaysia Desak Indonesia Bertindak Cepat Atasi Kabut Asap

- detikNews
Selasa, 10 Okt 2006 10:12 WIB
Kuala Lumpur - Malaysia dipusingkan dengan kabut asap dari Indonesia. Pemerintah negeri jiran itu mendesak pemerintah Indonesia untuk bertindak cepat guna mengatasi kebakaran hutan. Apalagi karena masalah asap tahunan ini telah menimbulkan kemarahan masyarakat Malaysia. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Syed Hamid Albar seperti dilansir harian The Star, Selasa (10/10/2006).Menurut Syed Hamid, pendekatan dua pihak dibutuhkan untuk mengatasi masalah asap. "Satu pihak untuk menghentikan pembakaran dan lainnya adalah bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mencegah asap menjadi masalah tahunan yang terus terjadi," kata Syed Hamid.Ditegaskan petinggi negeri jiran itu, tidak mungkin hanya satu negara yang berjuang memerangi asap. "Malaysia tidak bisa mencegah ini seorang diri. Kami memang bisa mengambil tindakan terhadap para pelaku tapi itu tidak akan menghentikan masalah. Karena itu penting bagi kita menggunakan uang kita untuk bekerja sama soal ini," tandas Syed Hamid.Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Chua Soi Lek mengatakan, masalah asap tahunan ini telah memancing kemarahan warga Malaysia. "Indonesia tahu situasi itu, dan pemerintahnya harus proaktif menyelesaikan masalah tersebut," cetus Dr Chua.Dikatakannya, kabut asap bukan cuma sekadar bahaya kesehatan bagi warga Malaysia. "Itu juga punya implikasi ekonomi yang menyangkut pariwisata atau aktivitas luar. Bahkan para pedagang tidak bisa berjualan di malam hari," ujar Dr Chua.Asap tebal kiriman Indonesia telah mengakibatkan kualitas udara di beberapa daerah di Malaysia memburuk. Menurut Departemen Lingkungan Malaysia, kualitas udara tergolong tidak sehat di 14 daerah di barat dan selatan, termasuk Kuala Lumpur serta ibu kota pemerintahan Putrajaya.Di Kuala Lumpur, indeks polutan udara menunjukkan angka 159. Bila indeks menunjukkan level 100-200, maka kualitas udara digolongkan tidak sehat. Indeks 201 hingga 300 digolongkan sangat tidak sehat. Warga Kuala Lumpur saat ini harus menggunakan masker di jalan-jalan agar mereka tidak menderita sakit tenggorokan dan pernapasan. (ita/nrl)


Berita Terkait