Satpol Dipersenjatai, Upaya untuk Mengadu Antarwarga
Selasa, 10 Okt 2006 05:43 WIB
Makassar - Usulan Pemkot Makassar untuk mempersenjatai Satpol PP, dinilai sebagai tindakan yang tidak efisien. Bahkan, terkesan ada upaya untuk mempersenjatai warga melawan sesama warga.Hal ini diungkapkan Hasbi Abdullah, ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar ketika dihubungi detikcom melalui ponselnya, Senin (09/10/2006).Menurut Hasbi, upaya pemerintah untuk mempersenjatai Satpol dinilai sebagai halyang terlalu berlebihan. "Walau..,walau hanya kepala satpol dan beberapa bawahannya, itu tidak seharusnya," ucap Hasbi.Hasbi mengungkapkan, bahwa pemerintah harusnya juga mempertimbangkan sejauh mana pentingnya mempersenjatai Satpol. "Saya rasa tidak perlu. Karena ini kan seperti semi militer. Mempersenjatai warga, kemudian nantinya akan berhadapan dengan warga," terangnya.Lebih lanjut, Hasbi mengungkapkan rencana ini kian menunjukkan bahwa pemerintahsekarang cenderung latah. "Bukan hanya di Makassar, di Bone dan Bulukumba ini juga diusulkan. Padahal ini kan tindakan yang tidak efisien.Hasni menuturkan bahwa uang untuk membeli senjata api lebih baik digunakan untukmembantu rakyat yang membutuhkan. "Ini juga menunjukkan tidak adanya sense ofcrisis dari pemerintah," katanya.Rencana Satpol PP di Makassar untuk dipersenjatai tertuang dalam APBD 2006. Pemkot menganggarkan duit Rp 212 juta untuk membeli sejumlah senjata api untuk kepala Satpol dan jajarannya.
(gun/ahm)











































