Usir Asap, Hujan Buatan Diturunkan di Sumatera & Kalimantan

Usir Asap, Hujan Buatan Diturunkan di Sumatera & Kalimantan

- detikNews
Senin, 09 Okt 2006 21:52 WIB
Jakarta - Pemerintah kembali akan membuat hujan buatan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.Kali ini bukan untuk memadamkan kebakaran lahan, melainkan mengusir kabut asap yang diakibatkannya. "Bibit hujan telah disebar. Tapi keberhasilannya tergantung pada kepadatan uap awan dan suhu air laut. Tapi kita terus berusaha," kata Menhut MS Ka'ban di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (9/10/2006).Pernyataannya tersebut merupakan hasil rapat membahas perkembangan penanganankebarakan hutan dan kabut asap yang dipimpim Wapres Jusuf Kalla. Rapat juga diikuti Meneg KLH Rachmat Witoelar.Menhut mengakui, hingga kini belum bisa menanggulangi kabut asap kebarakaran lahan. Akumulasi asap dari sisa kebakaran lahan pekan sebelumnya itu, hanya bisadihilangkan dengan tiupan angin yang sangat kuat atau air hujan."Tapi kalau nunggu hujan alam, baru turun pertengahan Oktober. Karena itu kita berikhtiar membuat hujan buatan, biar asapnya cepat hilang," ujarnya.Mengenai hasil pemadaman kebakaran hutan, menurut Menhut dalam tiga hari terakhir terjadi penurunan jumlah titik api yang sangat drastis. Bila pekan lalu di seluruh wilayah Indonesia ada enam ribu titik api, kini telah berkurang menjadi enam ratus titik api.Perkembangan paling mencolok terdapat di Kalimantan Tengah. Bila pekan lalu terdapat 1.710 titik api akibat pembukaan lahan perkebunan sawit di Kuta Waringin Barat dan Kuta Waringin Timur, hari ini jumlahnya kurang dari 200. Titik api yang tertinggal ada di lahan gambut di Pulan Pisau."Mengantisipasi kemungkinan bertambahnya titi api, di Kalteng dan Sumsel sudah kita siapkan 10 helikopter untuk menjatuhkan bom air," sambungnya.Menyinggung protes dari Malaysia yang terkena dampak kabut asap, Menhut rupanyatidak terlalu memikirkannya. Dia justru memintah negara tetangga itu untuk bersikap adil dalam menanggapi musibah tahunan ini."Sebelum terbakar, hutan kita juga memberi kesegaran ke sana. Tapi mereka tidakpernah terima kasih," sahut Menhut sekenanya. (ahm/ahm)


Berita Terkait