Asmara Nababan Minta Polri Audit Tim Penyidik Kasus Munir
Senin, 09 Okt 2006 10:45 WIB
Jakarta - Penunjukan Direktur I Bidang Keamanan dan Transnasional Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Surya Darma menjadi ketua tim penyidik kasus kematian aktivis HAM Munir ditentang sejumlah kalangan.Surya Darma dinilai tidak layak memimpin tim karena pengalaman di masa lampau telah gagal menyidik kasus ini. Bila Surya Darma dipaksakan menjadi ketua tim, bukan tidak mungkin kasus ini akan bernasib sama dengan yang terjadi sekarang ini."Sulit diharapkan kasus ini terungkap tuntas bila tidak dilakukan audit terhadap tim penyidik Polri. Audit terhadap tim penyidik untuk mengetahui persoalan dan hambatan yang terjadi, apakah memang mereka tidak mampu mengusut kasus ini hingga tuntas atau tidak mau mengusut. Misalnya karena mereka mendapat ancaman," kata mantan anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir, Asmara Nababan saat dihubungi detikcom, Senin (9/10/2006).Asmara yang juga mantan Sekjen Komnas HAM ini menjelaskan, hanya dengan cara mengaudit penyidik, maka akan ditemukan tim yang kredibel. "Dengan audit tim akan lebih jelas. Dan Surya Darma sebagai penyidik di masa lampau terindikasi kuat tidak progresif," kata Asmara.Bila pimpinan Polri melakukan audit terhadap tim penyidik kasus kematian Munir, hal ini sejalan dengan rencana revitalisasi tim penyidik kasus Munir. "Seharusnya dengan revitalisasi, anggota tim penyidik mendapatkan personel yang lebih bagus," katanya.Dengan audit, maka tim baru akan mengetahui kelemahan dan kekuatan. "Tim baru nantinya bisa berangkat dari dua hal, dokumen penyidik lama dan menindaklanjuti temuan TPF di masa lalu," katanya.
(jon/sss)











































