Lunasi Utang IMF, RI Harus Tentukan Prioritas Kebijakan
Senin, 09 Okt 2006 07:46 WIB
Jakarta -
Pelunasan utang IMF sebesar US$ 3,2 miliar oleh pemerintah Indonesia harus dijadikan momentum untuk menunjukkan kemandirian ekonomi. Saatnya Indonesia menentukan sendiri prioritas kebijakan ekonominya."Pemerintah mulai kini bisa mereformulasi berbagai kebijakan yang berkorelasi pada hak dasar atas pemenuhan hidup masyarakat," cetus Kusfiardi dari Koalisi anti Utang, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (9/10/1006).Menurutnya tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk terus menjalankan program-program IMF yang dinilai gagal dan telah menyengsarakan rakyat Indonesia."Tidak ada lagi otoritas IMF untuk memberikan penilaian kinerja pemerintah Indonesia," ujar Kusfiardi.Ditambahkan dia berbagai program seperti pencabutan subsidi BBM, privatisasi BUMN dan peningkatan pajak konsumsi yang selama ini dilakukan pemerintah harus segera diubah."Yang paling penting adalah menaikkan daya beli masyrakat dulu, karena selama ini pemerintah mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari situ," imbuh Kusfiardi."Kita masih menunggu kebijakan-kebijakan apa yang akan diambil. Saatnya pemerintah menunjukkan kerjanya, bukan cuma janji-janji manis," tandasnya.
(bal/bal)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































