Hari Pertama Masuk Sekolah Bagi Anak-anak Libanon Ditunda
Senin, 09 Okt 2006 04:01 WIB
Beirut - Senin (9/10/2006) seharusnya merupakan hari bahagia bagi sekitar 1 juta anak-anak di seluruh Libanon, sebab mereka akan kembali bersekolah. Namun akibat rekonstruksi bangunan yang belum selesai, kebahagiaan itu harus ditunda beberapa minggu lagi."Pada prinsipnya kami siap memulai kelas pada 9 Oktober untuk sekolah-sekolah swasta tapi untuk sekolah negeri baru pada tanggal 16 oktober," ujar Menteri Pendidikan Libanon Khaled Kabbani kepada AFP saat mengunjungi daerah Khiam, salah satu kawasan paling parah di selatan Libanon akibat gempuran Israel.Pemerintah Libanon, tambah Kabbani, terus bekerja keras untuk memastikan setiap murid mendapatkan tempatnya dan berjanji mereka akan kembali ke bangku sekolah pada 16 Oktober mendatang. "Kami menghadapi sejumlah hambatan untuk membangun kembali dan memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak tersebut," tuturnya.Akibat gempuran Israel dalam perang yang berlangsung selama 3 bulan itu, diperkirakan sekitar 50 sekolah hancur dan 300 lainnya rusak parah. Dibutuhkan dana sebesar 70 juta dolar untuk memperbaiki fasilitas tersebut.Beberapa negara Arab dan badan PBB UNICEF telah memberikan bantuan dalam melakukan rekonstruksi dan bantuan peralatan sekolah bagi anak-anak Libanon, namun hal itu tidak cukup untuk menepati rencana pemerintah Libanon yang berjanji hari pertama kembali ke sekolah paling lambat pada bulan September.Selama perang berlangsung, dari 1.200 penduduk sipil yang tewas, 30 persennya adalah anak-anak yang berumur 12 tahun ke bawah.
(bal/bal)











































